Jumat, 26 Februari 2021 15:00

Datangi SMPN 5 Cimahi KPAI Cek Rapor yang Masih Bermasalah

Reporter : Bubun Munawar
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Hardjono sedang memberikan penjelasan kepada Komisioner KPAI
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Hardjono sedang memberikan penjelasan kepada Komisioner KPAI [Istimewa]

Limawaktu.id,- Menindaklanjuti pantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dengan hasil belajar siswa  yang beptensi tidak naik kelas di Kota Cimahi selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) , Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyebut  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menimbulkan permasalahan besar pada hasil belajar siswa. Muncul potensi pelajar tinggal kelas di masa pandemi covid-19 ini. Pihaknya melakukan pemantauan di Kota Cimahi. Bahkan, pada Kamis (25/2/2021) kemarin berkunjung ke SMP Negeri 5 Cimahi.

“Betul dari KPAI kemarin datang ke SMPN  5 Cimahi, “terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Hardjono, Jum’at (26/2/2021).

Menurut dia,  kedatangan komisioner KPAI ke SMPN 5 Cimahi menanyakan soal berapa sekarang rapor yang masih bermasalah.

 “Kami jawab untuk SD tinggal 10 dan untuk SMP tinggal 1 rapor. Kalau hari ini sudah selesai semua, “ katanya.

Dia melanjutkan, yang 10 siswa SD terjadi karena anak-anaknya korban perceraian orang tuangnya. Selain soal rapor,  KPAI juga meminta para guru di SMPN 5 bercerita pengalaman menarik saat homevidite, dan mengontol kesiapan fisik  terutama sarana cuci tangan, ruang isolasi sementara dan lain-lain.

Sebelumnya, Komisioner KPAI itu menemukan banyak rapor hasil belajar siswa banyak yang tidak tuntas selama pembelajaran jarak jauh ini. Beruntung, Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan para guru di Kota Cimahi   tetap melayani peserta didik yang kesulitan PJJ daring. Di antaranya dengan guru kunjung dan orangtua diminta mengambil soal dan materi ke sekolah.

 "Bahkan ada guru yang bersedia ke sekolah setiap hari untuk mengajari tiga siswanya di sekolah karena tidak memiliki alat daring. Mungkin masih ada banyak kendala, namun ada upaya untuk meminimalkan," beber Retno.

 "Awalnya pada 18 Desember 2020, jumlah siswa jenjang SD yang rapor hasil belajarnya yang belum diambil mencapai 722 siswa, dari total 21.943 siswa SD di kota Cimahi. Namun pada (14/1) jumlahnya berubah menjadi 522 siswa, dan pada (30/1) jumlahnya tersisa 71 siswa," ujarnya.

 "Sedangkan untuk siswa jenjang SMP pada 18 Desember 2020, jumlah rapor yang belum diambil mencapai 2.313 siswa dari total 21.534 siswa SMP di Kota Cimahi. Namun pada (14/1) jumlahnya turun menjadi 1.539 siswa, bahkan pada (30/1) jumlahnya tersisa hanya 91 siswa," lanjut Retno.

 

 

Baca Lainnya