Limawaktu.id - Diusianya yang tergolong belia, Muhammad Al Fatih Ya'qub Guhir sudah mampu menghafal 30 juz Al-Quran. Dengan begitu, anak asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu lulus sebagai hafiz.
Momen sakral kelulusan anak dari pasangan Muhammad Guhir dengan Siti Aminah itu terlaksana pada Jumat (20/12/2019) di Masjid Al-Fatih, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dibarengi raut bahagia yang memancar dari wajahnya, Al Fatih menceritakan awal mulainya bisa sampai menghafal hingga 30 juz Al-Quran. "Sejak SD baru hafal dua juz, terus dari SMP sampai sekarang alhamdulillah bisa hafal 30 juz dalam waktu 2,5 tahun," terangnya.
Bisa menghafal Alquran dalam waktu singkat, tentu bukan hal yang mudah bagi anak kedua dari lima bersaudara itu. Terlebih lagi, ia harus bisa membagi waktu menghafal dengan kegiatan akademik lainnya di pesantren Al-Fatih.
Berbagai kegiatan itu terkadang membuatnya merasa lelah. Namun, itu bukan alasan baginya untuk bermalas-malasan. "Ada rasa lelah juga, apalagi kalau menemukan surat yang sulit atau asing didengar. Ada senang juga kalau ketemu surat yang familiar dan mudah dihafal," ujar Al Fatih.
Ia bercita-cita untuk menuntut ilmu di Pulau Jawa sebelum kembali pulang dan berdakwah di tanah kelahirannya. "Mudah-mudahan yang lainnya bisa termotivasi menghafal Alquran," tuturnya.
Muhammad Guhir, ayah dari Al Fatih mengatakan, misi dakwah di NTT bukan hal yang mudah. Pasalnya, pemeluk Agama Islam hanya 10 persen atau minoritas di tengah masyarakat umum NTT.
"Apalagi kami sebagai minoritas banyak tantangan. Sehingga di belakang kami mudah-mudahan ada generasi yang kuat, kehidupan kami juga luar biasa dalam menghadapi tantangan di sana," kata Guhir.
Ia berharap apa yang dilakukan Al Fatih bisa menular ke anak kandungnya yang lain. "Yang hafal 30 juz baru Al Fatih, banyak anak-anak di NTT yang menyekolahkan anaknya di pesantren," tuturnya.
Muhammad Soleh, Pembina dan Pengasuh Ponpes Al-Fatih mengatakan, setiap santri menggunakan metode menghafal selembar Alquran dalam waktu 45 menit. "Tahun 2018 lalu kami mencetak 28 hafidz dari 17 provinsi. Kami berharap dengan Alquran ini bisa tercetak generasi yang unggul," katanya.