Sabtu, 9 Maret 2019 13:09

AKN di Kota Cimahi, Riwayatmu Kini Abu-abu

Reporter : Fery Bangkit 
Gedung BITC Di Jalan HMS Mintaredja Ini Sempat Menjadi Kampus AKN Cimahi.
Gedung BITC Di Jalan HMS Mintaredja Ini Sempat Menjadi Kampus AKN Cimahi. [Foto: Google Map]

Limawaktu.id - Nasib Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Kota Cimahi kian tak jelas. Bahkan, bisa dikatakan vakum entah sementara atau selamanya.

Sebab, sejak meluluskan angkatan pertama tahun 2017, pendidikan setara Diploma (D2) yang lahir dari Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) itu tak beraktifitas lagi.

"Vakum, belum jelas. Sementara ini kita pending," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Tata Wikanta, Sabtu (9/3/2019).

AKN di Kota Cimahi diresmikan Senin, 17 November 2014. Sejak saat itulah pelaksanaan belajar dimulai. Ada 82 mahasiswa terdaftar yang terbagi ke dalam tiga jurusan yakni Animasi, Teknik Otomasi Industri dan Teknik Informasi.

Ada sekitar 73 hingga 80 Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus diikuti para mahasiswa selama masa perkuliahan. Untuk mengawal proses pembelajaran, Pemkot Cimahi menggandeng ahli Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebab belum memiliki gedung mandiri, proses kegiatan belajar pun menggunakan sarana Baros Information Techonology Creative (BITC), Jalan HMS Mintaredja, Baros.

Cimahi sendri menjadi bagian dari 17 kota/kabupaten untuk menyukseskan AKN. Selama belajar di AKN, semua mahasiswa mendapat beasiswa penuh sampai wisuda. 

Namun dalam perjalannya, AKN di Kota Cimahi hanya bertahan dua tahun. Sejak lulusan pertama, tak ada lagi aktifitas pembelajaran. Tahun 2017, sebetulnya AKN sudah menerima sekitar 60 calon mahasiswa angkatan kedua. Setelah itu tak ada kelanjutannya lagi.

Tata Wikanta mengakui, sejak tahun 2017, belum ada koordinasi lagi dengan pemerintah pusat terkait kelanjutan AKN. Pihaknya memilih menunggu kabar kelanjutan datang.

"Kita nunggu kebijakan selanjutnya. Karena secara program juga kelanjutannya gak jelas," katanya.

Dirinya cenderung menyerahkan kebijakan AKN itu kepada pemerintah pusat. Sebab, kata Tata, saat AKN berdiri di Kota Cimahi 2014 lalu, pemerintah pusat akan memberikan bantuan dan pengawalan. Seperti contohnya bangunan untuk tempat belajar. 

Namun, sampai saat ini belum ada informasi bantuan itu akan disalurkan. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung dulu, Pemkot terpaksa memaksimalkan BITC, yang notabenya bukan peruntukan. 

"Kita kan menyiapkan tempat nanti bangunan dibantu, ternyata setelah berjalan bangunan tidak dibantu. Akhirnya digunakan BITC. Semula diprogramkan dibantu pusat ternyata menjadi hilang," jelas Tata.

Kemudian yang menjadi dilemitas bagi pihaknya, lanjut Tata, adalah soal kewenangan. Sebab, untuk SMA/SMK sederajat saja, sekarang kewenangannya ada pada Pemprov Jawa Barat.

"Jangankan perguruan tinggi, SMA aja ditarik. Kita sulit pada saat mempertanggungawabkan anggaran dan sebagainya," tegasnya.

Sementara itu, Asisten 3 Bidang Pembangunan dan Ekonomi Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan menjelaskan, salah satu persoalan utama vakumnya AKN di Kota Cimahi adalah tak terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran.

"Dulu kan ada kesepakatan antara pemerintah pusat dengan kota. Nah, sampai saat ini berita dari pemerintah pusat akan memberikan bantuannya kepada Pemerintah Kota Cimahi (belum ada). Itu yang menjadi kendala," bebernya.

Dulu, ungkap Dikdik, Pemkot Cimahi sudah menganggarkan 'duit' untuk pengadaan lahan dan pembangunan fasilitas AKN. Nilanya mencapai Rp 36 miliar. Namun itu tak terealisasi karena terganjal pengadaan lahan.

"Kendalanya memang proses pengadaan lahan. Tak ada kesesuaian konsultan dengan harga yang disodorkan pemilik lahan," ungkap Dikdik, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

Untuk tahun ini, pihaknya tak menganggarkan untuk pengadaan lahan AKN. Sebab, anggaran sudah tercantum untuk pembangunan prioritas seperti pengentasan banjir. Pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Khususnya bantuan pengadaan anggaran untuk fasilitas.

"Untuk sementara ini karena memang sudah tidak ada mahasiswa kita bisa dikatakan pending dulu sampai menunggu kejelasan dari pemerintah pusat," tandasnya.

AKN merupakan salah satu program yang bisa dibilang hanya tinggal nama di Kota Cimahi. Selain itu, masih adalagi program atau proyek pemerintah pusat yang mangkrak di Kota Cimahi sampai sekarang.

Apa itu? Tunggu diberita selanjutnya! 

Baca Lainnya