Rabu, 24 Juli 2019 18:06

38 SD di Bandung Barat Tanpa Kepsek, Pemkab Rencana Tarik Guru dari Swasta

Reporter : Fery Bangkit 
 Bupati Bandung Barat, Aa Umbara saat ditemui usai pelantikan.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara saat ditemui usai pelantikan. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Sebanyak 38 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum memiliki kepala sekolah definitif. Hal itu sudah terjadi hampir setahun.

Hal itu terungkap dalam pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SD dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aula Masjid Ash-Shidiq, Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Rabu (24/7/2019).

"Masih banyak kepala sekolah yang kosong. Ada 38 SD yang hingga saat ini masih kosong. Mudahan-mudahan dalam satu bulan atau satu dua bulan bisa terisi semua, kekosongannya itu lama ada yg setahun," ujar Bupati Bandung Barat, Aa Umbara saat ditemui usai pelantikan.

Dalam kesempatan itu, Aa Umbara hanya melantik 213 Kepala SD dan 25 Kepala SMP. Aa Umbara meminta agar kepala sekolah yang dilantik kali ini bisa memiliki tanggung jawab yang besar di sekolahnya masing-masing agar kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung Barat bisa mengalami peningkatan.

"Asalnya sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah itu diisi oleh plt. Sehingga dengan adanya pelantikan ini mereka harus bisa bekerja lebih optimal di sekolahnya masing-masing," katanya.

Ia mengatakan, kepala sekolah yang dilantik tersebut tersebar di 16 kecamatan dan untuk SD yang belum memiliki kepala sekolah dalam waktu dekat pihaknya memastikan akan segera terisi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Imam Santoso mengatakan, hingga saat ini sebanyak 38 SD di Kabupaten Bandung Barat memang tidak memiliki kepala sekolah definitif sedangkan untuk kelapa SMP semuanya sudah terpenuhi.

"Dalam pelantikan ini 95 orang promosi, yang asalnya guru jadi kepala sekolah. Kita tidak punya calon lagi, jadi yang masih kosong (kepala sekolah) ada 38," bebernya.

Ia mengatakan, untuk mengisi kekosongan kepala sekolah itu, pihaknya memang sudah memiliki calon dan berencana akan menarik dari sekolah swasta untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Tapi yang di swasta itu statusnya PNS, namun hingga saat ini belum ditarik semuanya, nanti suatu saat akan kita tarik untuk diperbantukan," jelasnya.

Baca Lainnya