Jumat, 12 Februari 2021 15:56

187 Sekolah di Jawa Barat Tanpa Kepala Sekolah

Reporter : Wawan Gunawan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi  sedang memberikan keterangan pers, Jum'at (12/2/2021)
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi sedang memberikan keterangan pers, Jum'at (12/2/2021) [limawaktu.id]


Limawaktu.id,- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi menyebutkan, sampai Desember 2021 tercatat ada sebanyak 187 posisi kepala sekolah yang mengalami kekosongan.

"Sampai Desember 2021, 187 kepala sekolah kosongTermasuk SLB,SMA dan SMK," terang Dedi saat ditemui di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (12/1/2021).

Dedi menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan ratusan SMA, SMK dan SLB di Jawa Barat kosong sampai Desember mendatang. "Ada karena pensiun, ada juga karena kepala sekolah yang bermasalah, ada juga yang meninggal," beber Dedi.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, pihaknya sudah menyeleksi guru-guru yang nantinya akan ditempatkan di ratusan sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah tersebut. Seleksi sudah dimulai sejak akhir akhir 2020 yang dimulai dengan tahapan administrasi.

Awalnya, tercatat ada 1.164 calon kepala sekolah yang mendaftar secara online, hingga kemudian terseleksi sampai 1.098 orang. Dari jumlah tersebut menyusut lagi menjadi 417 setelah berguguran dalam tahapan tes administrasi, logic model, critical incident dan assesment.

Kemudian dari 417 calon kepala sekolah itu terpilihah 280 berdasarkan ranking teratas untuk mengikuti tahapan substansi yang dimulai hari ini, Jumat (12/2/2020). Tahapan substansi akan dibagi ke dalam empat gelombang untuk meminimalisir penularan Covid-19.

Dari 280 peserta yang mengikuti tahapan substansi ini, nantinya akan terpilih para kepala sekolah yang mengisi 187 SMA, SMK dan SLB yang kosong. Namun mereka yang lolos harus mengikuti diklat terlebih dahulu selama tiga bulan.

"Mereka akan mendapatkan nomor induk PTKS. Itulah yang menjadi syarat yang diperbolehkan menjadi kepala sekolah. Setelah itu tinggal pelantikan," jelas Dedi.

Dalam pelaksanaan seleksi ini, tegas Dedi, pihaknya selalu menerpakan protokol kesehatan Covid-19. Termasuk dalam tahapan pelaksanaan substansi, dimana semua peserta dilakukan rapid test antigen terlebih dulu.

"Kita sudah lakukan rapid antigen semua yang hadir," tandasnya.

Baca Lainnya