Jumat, 14 Desember 2018 18:48

Zonk! Launching 'Cimahi Military Tourism' Diluar Ekspektasi

Reporter : Fery Bangkit 
Launching 'Cimahi Military Tourism' di Pusdik Armed, Jln. Raya Baros, Jum'at (14/12/2018).
Launching 'Cimahi Military Tourism' di Pusdik Armed, Jln. Raya Baros, Jum'at (14/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Dihapuskannya 'Heritage' dari produk wisata milik Pemerintah Kota Cimahi yakni 'Cimahi Military Tourism' sangat disayangkan Komunitas Tjimahi Heritage.

Padahal, 'Heritage' militer di Kota Cimahi merupakan bagian dari heritage yang cakupannya lebih luas dan bisa menjangkau berbagai segmen masyarakat.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) telah me-launching 'Cimahi Military Tourism' di Pusdik Armed, Jln. Raya Baros, Jum'at (14/12/2018).

"Kami memandang heritage sebagai dunia dan militer bagian didalamnya. Harusnya tidak perlu dihapuskan heritage, tapi mungkin Kota Cimahi ingin menonjolkan militer supaya lebih tegas dan fokus. Harapannya, heritage Kota Cimahi tetap perlu diangkat," tutur Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok saat ditemui disela-sela launching.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Cimahi telah mewacanakan wisata itu sejak tahun 2016. Saat ini, wacana yang digaungkan ialah Cimahi Heritage Tourism. Selama kurang lebih dua tahun berkutat dengan wacana dan sebagainya, akhirnya konsep nama pun diubah.

Selain soal penamaan wisata, kata Machmud, launching yang dilaksanakan hari ini terkesan sangat memaksakan. Pasalnya, apa yang ditampilkan pada momen kali ini diluar ekpestasi yang wacanakan. Contoh terkecil saja, kata dia, bus wisata yang dinamakan 'Sakoci' yang dijadwalkan akan diperlihatkan dalam launching pun urung di tampilkan karena masih dalam proses penyelesaian. Kemudian, acaranya pun terkesan hanya seremonial saja.

"Memang secara program sesuai target bisa diluncurkan Desember ini. Hanya memang diluar ekspektasi, mungkin ekspektasi kita terlalu tinggi soal launching sehingga kita nilai bagaimana ini kelanjutannya," katanya.

Sebab 'Cimahi Military Tourism' sudah terlanjur dilaunching, pihaknya pun hanya bisa menyarankan agar Disbudparpora segera memikirkan konsep yang jelas. Jangan sampai, kata dia, ini hanya momen sesaat, yang setelah itu tak ada konsep wisatanya. Menurutnya, sebaiknya Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan konsep berbeda dengan apa yang di tampilkan di Kota Bandung, yakni bandros yang hanya mengelilingi kota saja. Tapi harus lebih dari itu.  

"Misal turun di Yon Armed lihat aktivitas TNI, di gedung Historich bisa turun sehingga perjalanan wisata ini minimal setengah hari. Kalau hanya keliling saja tidak dapat apa-apa," katanya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja mengakui, masih terdapat banyak kendala dalam program 'Cimahi Military Tourism'. Misalnya, bus wisata yang rencananya hari ini ditampilkan, ternyata masih belum selesai.

"Rencana hari ini ditampilkan, tapi masih proses finishing sehingga belum bisa," katanya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menyatakan, untuk dapat bersaing dengan wilayah lain, Ajay mengklaim Pemerintah Kota Cimahi telah menyiapkan program untuk menarik para wisatawan datang ke Kota Cimahi.

"Pemerintah memberikan kewenangan kepada dinas terkait untuk dapat mengembangkan potensi kebudayaan dan pariwisata agar dapat dijadikan daya tarik. Pemkot Cimahi juga membuka kesempatan bagi para investor yang berminat menanamkan modalnya pada sektor industri pariwisata di Kota Cimahi," ungkapnya.

Baca Lainnya