Kamis, 11 April 2019 18:10

Zero Waste di Cimahi Baru Capai 10%

Reporter : Fery Bangkit 
Pemandangan Sampah Menumpuk Menghiasi Aliran Sungai Curug.
Pemandangan Sampah Menumpuk Menghiasi Aliran Sungai Curug. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Sejak diterapkan tahun 2018, progres program Zero Waste di Kota Cimahi baru mencapai 10 persen, dari total 40 RW yang dicanangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi.

"Baru sekitar 10 persen. Itu yang Door to Door Education (DTDE)," terang Kepala DLH Kota Cimahi, Mochamad Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga : Gairah Baru Satpol PP Cimahi dengan Tambahan Personel Baru

Zero waste merupakan program untuk mewujudkan nol sampah di Kota Cimahi. Program itu dinisiasi pemerintah pusat. Salah satu untuk mewujudkan zero waste adalah dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse dan Recycle (3R).

Ia mencontohkan, masyarakat minimal bisa memilah mana yang termasuk sampah organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, pemanfaatan gas metan (kompor)/biodigester, pupuk cair. Sementara anorganik bisa didaur ulang menjadi nilai ekonomi.

Baca Juga : Sebulan Jelang Sekda Pensiun, Wali Kota Cimahi sudah Berpikir Penggantinya

"Setidaknya dengan kegiatan itu timbunan sampah yang diprodukai bisa dikurangi sejak dari rumah tangga," kata Ronny.

Agar program itu semakin maksimal, kata Ronny, pihaknya bakal terus mengedukasi masyarakat dengan cara DTDE atau sosialisasi langsung terhadap masyarakat. Khususnya di 40 RW yang sudah dicanangkan sebelumnya.

Baca Juga : Pemkot Cimahi Mulai Garap Pembebasan Lahan di Cigugur Tengah

"Targetnya, tahun ini zero waste mencapai 70 persen di 40 RW tadi. Kita akan terus edukasi masyarakat supaya sampah bisa dipilah sejak di rumah," jelasnya.

Jika program itu terus berkembang, artinya setiap rumah tangga bisa menerapkan program zero waste, DLH Kota Cimahi meyakini volume sampah di Kota Cimahi bakal terus berkurang dalam dua tahun ke depan.

Saat ini, volume sampah Kota Cimahi per harinya mencapai 300 ton. Dari jumlah itu, yang bisa terakomodir pembuangan ke TPA Sarimukti hanya 200 ton per hari. Jika program itu sukses, maka beban sampah yang harus dibuang pun otomatis berkurang.

"Kita berharap, pengelolaan sampah ini tinggal menyisakan residu untuk diangkut," jelasnya.

Baca Lainnya