Sabtu, 29 Juni 2019 15:44

Zakat ASN di Bandung Barat Meningkat, Ini Jumlahnya

Reporter : Fery Bangkit 
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KBB, Hilman Farid.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KBB, Hilman Farid. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Pendapatan zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung Barat diklaim mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Jika sebelumnya pemasukan hanya berkisar antara Rp20-30 juta per bulan, kini angkanya berhasil tembus hingga Rp200 juta per bulan dan berpotensi untuk dapat terus meningkat lagi.

Baca Juga : Fluktuatif, Segini Jumlah Zakat yang Dihimpun dari ASN Cimahi

"Sejak ada instruksi dari bupati langsung, maka dalam tiga bulan terakhir atau sejak April, zakat profesi dari ASN di Pemda KBB naik, nilainya berkisar di Rp 200 juta per bulan," ungkap Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KBB, Hilman Farid, kemarin.

Hilman menyebutkan, instruksi bupati itu tertera dalam surat Nomor 400/1188/Kesra tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Lingkungan Pemda KBB. Zakat profesi itu dipotong 2,5% dari penghasilan ASN, tanpa adanya paksaan.

Baca Juga : Nih Bocoran Penerimaan Zakat ASN di Cimahi Tahun Lalu

Nilai zakat profesi itu sebenarnya belum maksimal karena masih dari sumbangan pejabat setingkat kepala seksi ke atas. Jika hal ini diberlakukan secara keseluruhan hingga ASN di kewilayahan termasuk tenaga pendidik (guru) maka angkanya bisa lebih besar lagi. Dengan total jumlah ASN di KBB sekitar 10.000 orang, jika memberikan zakat profesi Rp100.000 per orang maka uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 1 miliar.

"Zakat profesi dari ASN di KBB masih bisa ditingkatkan lagi, karena Pa Bupati sendiri menargetkan angkanya bisa mencapai Rp500-700 juta/bulan," ucapnya.

Menurutnya, Baznas KBB yang dipercaya menerima titipan zakat profesi berupaya untuk menyalurkannya tepat sasaran, serta menjadi penopang program pemerintah yang tidak tercover APBD. Seperti mengentaskan program kemiskinan, pembangunan masjid, rehabilitasi Rutilahu, membantu masyarakat jompo, hingga beasiswa mahasiswa kurang mampu. Untuk itulah guna meningkatkan trust dari muzakki maka Baznas KBB juga siap untuk dilakukan audit sariah oleh Kementerian Agama dalam rangka transparansi pendistribusian.

"Di Jawa Barat ada lima Baznas daerah yang belum dilakukan audit syariah, salah satunya KBB. Kami sebenarnya sudah siap jika dilakukan audit demi meningkatkan trust dan transparansi penyaluran sesuai dengan program pemerintah. Seperti pendapatan berapa, penyaluran kemana, siapa saja penerimanya, dll," pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer