Senin, 22 Oktober 2018 10:26

Yang Dilakukan Ajay-Ngatiyana untuk Percantik Kota dan Pemenuhan Layanan Air Bersih bagi Warga

Reporter : Fery Bangkit 
Tugu Visi Misi
Tugu Visi Misi [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Sudah setahun Ajay Muhammad Priatna dan Ngatiyana memimpin Kota Cimahi. Wali dan Wakil Wali Kota itu dilantik 22 Oktober 2018.

Apa yang dilakukan duet Ajay-Ngatiyana dalam setahun ini patut diacungi jempol. Pasalnya, berkat tangan dingin pejabat yang memiliki background pengusaha dan militer, keduanya berhasil mempercantik wajah Kota Cimahi menjadi lebih sedap dan enak dilihat.

Bukan hanya soal tampilan kota militer (julukan Kota Cimahi) yang semakin indah, berbagai pelayanan bermanfaat bagi masyarakat pun terus dilakukan Pemerintah Kota Cimahi era Ajay-Ngatiyana. Satu di antara pelayanan nyata bagi kebutuhan masyarakat Kota Cimahi ialah pemenuhan air bersih.

Untuk lebih detailnya, kami akan mengupas berbagai upaya Ajay-Ngatiyana dalam mengembangkan Kota Cimahi menjadi lebih cantik dan indah.

Di antaranya melalui revitalisasi dan pembangunan taman-taman di Kota Cimahi. Tercatat hingga saat ini, ada sekitar 200 titik taman yang tersebar di seluruh Kota Cimahi.

Baik taman kota, taman trotoar, taman median jalan, taman pulau jalan, taman batas kota, taman kantung, taman vertikal, taman kontainer, taman lingkungan dan taman perkantoran.

Contoh taman yang mempercantik Kota Cimahi di antaranya Taman Aruman, Cibabat. Taman kantung yang dibangun tahun 2017 itu cukup instagramable dan sering dijadikan masyarakat untuk sekedar berfoto maupun tempat edukasi warga.

Kepala Seksi Pertamanan dan Dekorasi Kota pada DPKP Kota Cimahi, Mira Nurmeita Gantini mengatakan, pembangunan maupun revitalisasi taman pada era Ajay-Ngatiyana ini dipastikan terus bertambah. Apalagi, kata dia, pimpinan menginginkan di setiap RW se-Kota Cimahi ada Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti taman.

"Pak Wali inginnya taman di RW ada untuk mengakomodir RTH di lingkungan. Warga juga nampak antusias mengajukan ke kita," ungkap Mira saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (22/10/2018).

Pembangunan taman lingkungan atau di RW merupakan jawaban atas terbatasnya lahan di Kota Cimahi untuk membangun RTH. Selain memperbanyak taman lingkungan, penataan dan pemeliharaan berbagai taman pun akan terus dilakukan. 

"Pembangunan taman trotoar kita lanjut terus. Tahun ini juga kita akan bangun taman di sekolah-sekolah," ujar Mira.

Selanjutnya, upaya lainnya dari Ajay Ngatiyana untuk memperindah Kota Cimahi ialah dengan penataan dan pembangunan berbagai tugu di Kota Cimahi. Tercatat, sejak Cimahi berdiri, sudah ada sekitar 100 tugu yang berdiri dan akan terus dilakukan penataan.

Tugu-tugu yang berdiri pun disesuaikan dengan logo dan warna kebesaran Kota Cimahi. Selain itu, tentunya disesuaikan juga dengan visi misi Wali-Wakil Wali Kota Periode 2017-2022 yakni 'Cimahi Agamis Maju Berbudaya'.

Salah satu tugu yang menonjol ialah tugu visi misi Ajay-Ngatiyana yang terdapat di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi. Tugu itu cukup mencolok dengan warna oranye disertai visi-misi keduanya. Selain itu, ada pula tugu '0' kilo meter yang berada di Alun-alun Kota Cimahi.

Ke depan, lanjut Mira, pihaknya dipastikan akan terus menata dan melakukan pembangunan tugu di Kota Cimahi yang disesuaikan dengan karakter. Rencana terdekat ialah membangun tugu di setiap batas kota dengan daerah lain.

"Setiap batas kota kita buat tugu untuk memperjelas batas dengan elemen estetika Kota Cimahi," tandas Mira.

Kemudian, beralih terhadap pelayanan air bersih bagi warga. Pada kepemimpinan Ajay-Ngatiyana, pelayanan air bersih terus digenjot oleh DPKP Kota Cimahi. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 1.500 Sambungan Rumah (SR) yang teraliri dari UPT Air Minum. Kapasitas pengolahannya sendiri mencapai 5.000 SR.

Untuk tahun ini, Pemerintah Kota Cimahi terus melakukan pemasangan sambungan air bersih. Hingga akhir tahun, ditargetkan ada sekitar 500 SR baru yang teraliri air bersih di wilayah Cigugur Tengah dan Karang Mekar.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana mengatakan, saat ini proses pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) tengah dilakukan untuk dua wilayah tersebut. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 3,7 miliar dari APBD Kota Cimahi.

"Kalau untuk pemasangan SR-nya sekitar 800 ribu," terangnya.

Selain itu, pemenuhan air bersih juga akan dilakukan dengan pengembangan Sungai Leuwilayung di Kp. Sukasari, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Saat ini, pengembangan sumber air bersih tersebut sudah mencapai tahap Detail Enggineering Design (DED) dan tahapan pembebasan lahan.

"Rencananya sumber air Leuwilayung akan menyalurkan air bersih sampai 500 liter/detik atau untuk 5.000 SR," bebernya.

Selanjutnya, rencana pemenuhan air bersih juga akan dilakukan dari Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Gambung di Kabupaten Bandung. Rencananya, dari SPAM tersebut, Kota Cimahi akan mendapat jatah sekitar 15.000 SR khusus wilayah selatan.

Cakupan pelayanan air bersih bagi warga Cimahi juga sejauh ini didapat dari PDAM Tirtaraharja Kabupaten Bandung sebanyak 15.500 SR, kemudian dari PDAM Tirta Wening Kota Bandung sebanyak 500 SR serta mendapat pasokan dari sumur artesis sebanyak 7.336 SR.

"Serta swadaya masyarakat berupa sumur dangkal kurang lebih 49 ribu SR," tandas Nur.

Baca Lainnya