Kamis, 3 Januari 2019 15:22

Wow!Kunker Komisi DPRD Cimahi dan Lainnya Kuras APBD Hingga Rp 25 Miliar

Reporter : Fery Bangkit 
Suasana Ruang Fraksi DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita yang Ditinggal Kunker, Kamis (3/1/2019).
Suasana Ruang Fraksi DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita yang Ditinggal Kunker, Kamis (3/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Kasubag Persidangan Setwan DPRD Kota Cimahi, Prasetyo Indarto membeberkan, anggaran yang dibutuhkan alat kelengkapan dewan tahun 2019 kurang lebih sebesar Rp 25 miliar.

Uang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi itu akan digunakan untuk kegiatan rapat dan Kunjungan Kerja (Kunker) Badan Musyawarah (Banmus), Komisi, Badan Anggaran (Banggar), Badan Kehormatan (BK), Badan Legislasi Daerah (Banlegda) dan alat kelengkapan lainnya.

Baca Juga : Harpitnas, 50 ASN di Cimahi Bolos Kerja

"Anggarannya kurang lebih Rp 25 miliar selama 2019, (untuk) kegiatan alat kelengkapan dewan seperti Banggar, Banmus, komisi, BK" kata Prasetyo saat ditemui di kantornya, Jalan Djulaeha Karmita, Kamis (3/1/2019).

Seperti diketahui, empat komisi DPRD Kota Cimahi saat ini tengah melakukan Kunker ke empat daerah di Jawa Tengah. Yakni Semarang, Brebes, Purbalingga dan Salatiga. Sebab itu bagian dari kegiatan kelengkapan DPRD, maka otomatis itu menguras ketersediaan anggaran Rp 25 miliar tadi.

Baca Juga : Ajay Sudah Kantongi Pemenang Open Bidding Kadis di Cimahi, Siapakah Dia?

Prasetyo menegaskan, anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan Kunker para wakil rakyat itu tentunya disesuaikan dengan wilayah tujuan, dan itu sudah didata sebelum keberangkatan.

Kemudian, kata dia, semua biaya pengeluaran dewan yang melakukan Kunker pun harus disertai dengan bukti pengeluaran. Misalkan berupa kwitansi dan sebagainya.

Baca Juga : Hmmmm....Anggota DPRD Cimahi Kok Mau Kunker Berjamaah Awal Tahun

"Harus ada bukti, real cost. Misalkan pengeluaran taksi segitu," katanya.

Perihal kegiatan Kunker berjamaah, kata dia, sebenarnya tak ada aturan khusus apakah Kunker itu harus dilakukan serentak atau sendiri-sendiri. Hanya saja, kata dia, dalam alat kelengkapan dewan sudah diatur. Misalkan ada anggota dewan yang mewakili untuk menghadiri undangan instansi lain.

Baca Juga : Tahun 2018, DPRD Cimahi Lebih Banyak Kunker Dibandingkan Bahas Perda

"Tapi selama ini seringnya berkelompok karena basisnya alat kelengkapan dewan," tegasnya.

Dikatakannya, Kunker yang dilakukan itu tujuannya untuk menghimpun informasi-informasi yang dibutuhkan terkait materi yang dibahas. 

Perihal jumlah Kunker, lanjut Prasetyo, rata-rata dalam sebulan itu dilakukan 3-4 kali. Baik yang dilakukan komisi, BK, Banggar dan sebagainya. Biasanya, kata dia, Kunker itu paling banyak dilakukan pada semester dua.

"Kalau semester kedua padat biasanya," ucapnya.

Baca Lainnya