Kamis, 4 Juli 2019 17:05

Wow! Nila Aset 'Rumah Jagal' Hewan Cimahi Tembus Rp 14 Miliar

Reporter : Fery Bangkit 
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Di Jalan Sukimun, RT 03/04 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Di Jalan Sukimun, RT 03/04 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Nilai aset Rumah Potong Hewan (RPH) mengalami kenaikan yang cukup dratis setelah dihitung ulang oleh tim appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Desember lalu.

Sebelum aset itu pengelolannya diserahkan kepada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) tahun 2011, nilai asetnya masih Rp4.046.500.500. Setelah aset itu dikembalikan ke Pemkot Cimahi melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 17 Tahun 2018 Perubahan Ketiga atas Perda Kota Cimahi Nomor 12 Tahun 2011 tentang Penyertaan Modal Daerah pada PDJM, nilainya naik 350 persen menjadi Rp14.010.700.000

Baca Juga : Pemkot Cimahi 'Cuek' Terhadap Bangunan Heritage? 

"Nilai aset terbarunya itu sudah keluar. Penghitungan dilakukan oleh tim appraisal Desember lalu," kata Kepala Seksi Pemanfaatan dan Penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi, Ira Triana saat dihubungi via pesan singkat, Kamis (4/7/2019).

Total luas aset tanah RPH bersejarah itu mencapai 3.910 meter persegi. Sedangkan khusus rumah bekas pegawainya mencapai 1.020 meter persegi.

Baca Juga : Disbudparpora Cimahi Hanya Daftarkan 5 Bangunan Heritage di Cimahi

Naiknya nilai aset rumah 'jagal' hewan itu dikarenakan harga tanah yang memang terus mengalami kenaikan. "Yang jelas sih, memang karena harga tanah atau lahannya yang terus naik," ucapnya.

Seperti diketahui, bangunan bersejarah itu sudah ada sejak zaman belanda dan dijadikan tempat memotong hewan seperti kerbau, kambing hingga sapi. Namun sejak tahun 1990-an, tempat itu mulai sepi pengunjung.

Akhirnya, tahun 2002 tempat itu yang berada di Jalan Sukimun, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi itu benar-benar vakum dari aktifitas dan dibiarkan terbengkalai hingga sekarang.

Baca Lainnya