Senin, 14 Januari 2019 13:58

Wow, Komitmen Fee Dugaan Suap Meikarta Capai Rp 20 M

Reporter : Fery Bangkit 
Persidangan dengan terdakwa terdakwa Billy Sindoro Cs di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (14/1/2019).
Persidangan dengan terdakwa terdakwa Billy Sindoro Cs di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (14/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Bupati Bekasi Non Aktif, Neneng Hasanah Yasin menyebutkan, komitmen fee untuk kepengurusan izin Meikarta mencapai Rp 20 miliar. Neneng pun sudah menerima sekitar Rp 10 miliar dan 90 dolar Singapura.

"Yang total diterima saya semuanya Rp 10 miliar," kata Neneng saat menjadi saksi kasus dugaan suap Meikarta dengan terdakwa Billy Sindoro Cs di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (14/1/2019).

Baca Juga : Eksepsi Ditolak, Kasus Dugaan Suap Bos Meikarta Jalan Terus

Neneng mengaku, uang yang diterimanya itu merupakan bagian dari komitmen fee untuk kepengurusan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) proses Meikarta yang belakangan disetujui seluas 84,6 hektare dengan nilai komitmen sebesar Rp 20 miliar. 

Menurutnya, pada awal pertemuan dengan Taufik (mantan Kabid tata ruang Bappeda Bekasi) dan perwakilan pengembang, tidak ada pembicaraan soal komitmen fee. Setelah proses izin berlangsung baru muncul nominal. 

Baca Juga : Ada 87 Saksi, Sidang Kasus Meikarta Bakal Dikebut

"Kemudian disepakati Rp 20 miliar untuk semua tahapan (IPPT) yang dimohonkan Meikarta," ujarnya. 

Neneng mengaku, uang senilai Rp 10 miliar tersebut diterimanya secara bertahap dua bulan setelah IPPT ditandatanganinya. Selain itu, Neneng juga menerima Rp 400 juta dan 90 dolar Singapura untuk kepengurusan rencana detail tata ruang (RDTR). Hingga kini sidang kasus dugaan suap Meikarta masih berlanjut.

Baca Lainnya