Kamis, 17 Januari 2019 15:19

Wow, Dugaan Korupsi Tanah Cibeurem Capai Rp 37 Miliar Lebih

Reporter : Fery Bangkit 
Tersangka Atas Nama Itoc Tiba Di Kejari Cimahi, Jln. Sangkuriang, Kota Cimahi, Kamis (17/1/2019).
Tersangka Atas Nama Itoc Tiba Di Kejari Cimahi, Jln. Sangkuriang, Kota Cimahi, Kamis (17/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Total kerugian kasus dugaan korupsi APBD Kota Cimahi tahun 2006-2007 dengan tersangka mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija telah rilis Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi.

Saat ditemui usai pelaksanaan penyerahan tersangka dan barang bukti dengan tersangka Itoc di Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kamis (17/1/2019), Kajari Cimahi Harjo menyampaikan bahwa kerugian negara dari penyelewengan uang negara itu mencapai Rp37.487.650.273.

Baca Juga : Mantan Wali Kota Cimahi Tiba di Kejari Cimahi, ini Agendanya!

"Minggu lalu hasil perhitungan kerugian negara udah selesai dengan jumlah sekitar Rp37.487.650.273. Yang udah kembali ke negara Rp 5,250 miliar," ungkap Harjo.

Kasus penyelewengan uang negara itu bermula saat Pemkot Cimahi melakukan penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) untuk membangun dan PT Lingga Buana Wisesa (LBS). 

Baca Juga : Pelimpahan Berkas Perkara Dugaan Korupsi APBD Cimahi Melenceng dari Target

Rencananya, penyertaan modal itu akan digunakan untuk membangun Pasar Raya Cibeureum yang saat itu menjadi Pusat Niaga Cimahi (PNC). Namun dalam perjalannya, uang itu malah digunakan untuk membeli tanah Cibeureum.

Kasus itu menyeret sejumlah nama. Selain Itoc Tochija, ada juga Idris Ismail, Ajang Sujana dan almahrum Rd. Sutarja.

Dalam waktu dekat, Kejari Cimahi baru akan melimpahkan berkas kasus atas nama Itoc Tochija. Kejari Cimahi menargetkan kasus itu bisa disidangkan Februari mendatang.

"Segera mungkin Pak Itoc, mudah-mudahan Februari bisa kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung," kata Harjo.

Baca Lainnya