Limawaktu.id,- Uang pengganti lahan terdampak pembangunan trase dan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung mulai diterima warga Cimahi.
Jumlah yang diterimanya pun beragam, tergantung luas lahan dan posisinya yang akan dieksekusi. Duit yang diterima warga pun mulai dari ratusan hingga miliaran rupiah.
Zaenal Abidin adalah salah warga yang mendapatkan ganti rugi yang sangat fantastis. Dari 1.200 meter persegi lahan yang terkena dampak, Pimpinan Ponpes Darus Surur itu menerima sekitar Rp 9,97 miliar.
"Ada lahan pertanian sama pesantren," kata Zaenal saat ditemui di Kelurahan Utama, Jln. Raya Nanjung, Selasa (3/4/2018).
Ia mengaku, pembayaran uang ganti rugi lahan akan difokuskan kembali untuk membangun pesantren. Lahannya pun sudah dipersiapkan sejak tahun lalu, setelah adanya wacana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Mudah-mudahan bermanfaat bagi keluarga dan santri," tuturnya.
Selain Zaenal, Rofi (42) warga lainnya yang terkena dampak pembangunan trase kereta cepat pun mengaku setuju dengan harga yang ditawarkan. Warga Kelurahan Utama itu mendapatkan uang ganti rugi sekitar Rp 400 juta.
"Lahannya kosong, ada 118 meter persegi. Per meternya Rp 3,4 juta," katanya.