Rabu, 21 Maret 2018 19:19

Warga Indramayu dan Cirebon Meminta Aher Tidak Keluarkan Izin PLTU Batubara

Reporter : Jumadi Kusuma
Ratusan warga Indramayu dan Cirebon unjukrasa didepan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung.
Ratusan warga Indramayu dan Cirebon unjukrasa didepan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Ratusan warga indramayu dan cirebon yang didampingi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat dan Elemen Solidaritas Berseru melakukan aksi unjukrasa didepan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jl. Diponegoro No. 34 Kota Bandung, Rabu (21/3/18).

Aksi warga terdampak tersebut menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara di Cirebon dan Indramayu. Mereka menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tidak mengeluarkan izin lingkungan baru terhadap proyek PLTU tersebut yang berdampak merugikan masyarakat sekitar.

Direktur Eksekutif WALHI jabar, Dadan Ramdan dalam siaran persnya meminta Gubernur Ahmad Heryawan atau Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar tidak mengeluarkan izin lingkungan baru untuk proyek PLTU batubara 2 x 1000 MW di Indramayu dan mendesak pembatalan izin lingkungan untuk proyek PLTU batu bara 1 x 1000 MW di Cirebon.

"Pemprov Jabar dan Kementrian ESDM seharusnya menghentikan proyek PLTU Cirebon dan Indramayu karena dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup dan sosial ekonomi masyarakat. PLTU batubara berkontribusi pada peningkatan emisi karbon yang dapat memicu pemanasan global dan perubahan iklim", tandasnya.

Baca Lainnya