Sabtu, 3 Desember 2022 5:14

Warga Dusun 4 Desa Sungai Besar Protes Kualitas Proyek Rambat Beton

Reporter : Halomoan Aritonang
Warga Dusun 4 Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan,Kabupaten  Ketapang
Kualitas pembuatan 'Rambat Beton' dinilai warga Dusun 4 Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan,Kabupaten Ketapang tidak sesuai harapan [Istimewa]

Limawaktu.id, Ketapang- Warga Dusun 4 Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan,Kabupaten  Ketapang, Kalimantan Barat, menyampaikan protes dengan adanya proyek pembuatan rambat beton di wilayah RT 14, Parit Kalimas desa setempat. Pasalnya proyek tersebut dinilai warga tidak sesuai harapan.

Kepala Dusun 4 Gicawang , Ketua RT 14 Thamrin  dan beberapa warga kepada limawaktu.id mengungkapkan,  selaku warga Desa Sungai Besar tidak akan pernah menolak pembangunan di wilayahnya, bahkan sangat mendukungnya.

"Kami memang sangat berharap terciptanya percepatan peningkatan kesejahteraan warga Desa Sungai Besar melalui segala bentuk pembangunan di wilayah kami", ungkap Gicawang, Jum’at (2/12/2022).

Menurut dia, berdasarkan laporan warga Dusun 4  dan hasil tinjauan lapangan dapat disimpulkan bahwa kualitas pembuatan 'Rambat Beton' ini tidak sesuai harapan.

Dikatakannya, lokasi proyek ini ada di wilayah RT 14, namun saat dikonfirmasi kepada Ketua RT 14, ternyata belum ada laporan yang masuk kepada RT 14, apalagi kepadanya, selaku Kepala Dusun 04. Hal ini dapat dinilai bahwa kontraktor atau pemborong sudah tidak menghormati tata krama yang ada.

Dirinya sudah menyampaikan hal ini kepada pihak PUTR Kabupaten Ketapang,  dan dapat jawaban bahwa pihak Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, PUTR akan meninjau proyek ini dalam waktu dekat", Gicawang menerangkan.

Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Ketua RT 14, Thamrin, "Pihak Proyek Pekerjaan Rambat Beton ini belum pernah datang melapor kepada saya," katanya.

Salah seotang warga dusun 4, bernama Roni menyatakan warga merasa kecewa dengan hasil kerja rambat beton ini.

“Tidak sesuai harapan kami semua", ujarnya.

Berdasarkan penggalian info di lapangan, warga berharap pihak Pemerintahan Kabupaten Ketapang untuk menindak lanjuti permasalahan ini agar tidak berkembang ke hal yang tidak diinginkan bersama, juga laksanakan tindakan atau upaya yang diperlukan.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer