Kamis, 6 Januari 2022 15:10

Warga Desa Sungai Besar Ancam Portal Lahan yang digarap Koperasi

Gicawang, salah seorang perwakilan warga, pemilik Surat Keterangan Tanah, di Desa Sungai Besar,  Kecamatan Matan Ilir Kabupaten Ketapang
Gicawang, salah seorang perwakilan warga, pemilik Surat Keterangan Tanah, di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang [Istimewa]

Limawaktu.id,- 50 Warga Desa Sungai Besar Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang,  pemilik Surat Keterangan Tanah (SKT)  yang dikeluarkan pemerintah desa setempat, akan melakukan pemortalan di lokasi tanah yang saat ini digarap oleh sebuah koperasi. Pasalnya, warga tidak pernah memberikan ijin kepada koperasi tersebut untuk menggarap lahan yang luasnya sekitar 150 hektar.

“Awalnya, kami melakukan usaha di lahan tidur sesuai dengan SKT yang dikeluarkan dari pihak desa yang diketahui oleh pihak kecamatan. Ada 50 warga disini pemegang SKT, yang masing-masing tanah garapannya sekitar 3 hektar, jadi jumlah seluruhnya 150 hektaran, “ terang Gicawang, salah seorang perwakilan warga, Kamis (06/01/2022).

Menurutnya, awalnya diatas tanah tersebut tidak terjadi masalah, namun ahir-ahir ini warga memepertanyakan dasar dari Pihak Koperasi Linggar Jati yang menggarap lahan yang SKT nya dimiliki warga desa.

“Kami sudah melayangkan surat kepada pihak koperasi, namun tidak ada tanggapan,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya sudah melayangkan surat dua kali kepada pihak koperasi namun hingga kini tidak ada tanggapannya. Padahal warga pemilik SKT bukan merupakan anggota dari Koperasi Linggar Jati.

“Kami tidak ada kaitannya dengan pihak koperasi tersebut, anggota pun bukan, kami tidak pernah memberikan izin koperasi menggarap lahan tersebut, ” paparnya.

Selain mengirim surat kepada pihak koperasi, warga juga meminta kepada pemerintah setempat untuk melakukan mediasi. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan.

“Harapan kami lahan tersebut bisa kami garap kembali, dan aparat dari desa maupun pusat segera menindaklanjuti masalah ini, jika tidak ada tanggapan, lahan tersebut akan kami portal,” pungkasnya. (HMA).

 

Baca Lainnya