Kamis, 25 Januari 2018 18:35

Warga Cisarua Bandung Barat Terkena Dampak Utang Rp 8 M PT PMgS

Reporter : Fery Bangkit 
Pipa sumber air Cijanggel yang ditutup oleh PT Bravo Delta Persada.
Pipa sumber air Cijanggel yang ditutup oleh PT Bravo Delta Persada. [Limawaktu]

Limawaktu.id – Sejumlah warga Kampung Cilengkrang, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabuaten Bandung Barat mengeluhkan pasokan air bersih yang tidak mengalir selama dua hari.

"Sudah dua hari air tidak ngocor ke rumah dan ini sudah kejadian yang ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir," kata salah seorang warga Kampung Cilengkrang, Desa Pasirhalang, Freni Mulya (36) saat ditemui, Kamis (25/1/2018).

Menurutnya, warga sudah kesal dengan kondisi ini karena kejadian ini juga terjadi di beberapa RW. Seperti di Kampung Cilengkrang, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, dan di RW 7,9, dan 11. Serta di Kampung Cipalih, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah. Pihaknya pun sudah bosan melaporkan hal ini karena setiap lapor tidak pernah direspon.

"Sering saya lapor tapi kadang nomer customer service-nya tidak aktif dan tidak ada respons," katanya.

Tidak mengalirnya pasokan air bersih tersebut disinyalir akibat ditutupnya pipa air yang disalurkan dari sumber air Cijanggel oleh PT Bravo Delta Persada akibat utang Rp 8 miliar yang belum dibayar oleh BUMD PT Persada Multiguna Sarana (PMgS). BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat itu merupakan pemasok air bersih ke wilayah yang dikeluhkan warga.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Utama PT Bravo Delta Persada Subiakto. Dikatakannya, pipa pasokan air ke pelanggan BUMD PT PMgS telah ditutup oleh pihaknya sejak November 2017. Itu dilakukan lantaran pihaknya kecewa direksi dan manajemen PT PMgS tidak membayar utang ke pihaknya total sebesar Rp 8 miliar terhitung sejak Mei 2014.

"Kami mengambil langkah menutup pipa saluran air ke PT PMgS karena dalam kontrak perjanjian kerja sama hal itu bisa dilakukan," tegasnya.

Dia menyebutkan, penutupan pipa saluran air itu sudah terlebih dahulu melayangkan surat pemberitahuan ke PT PMgS. Pipa yang ditutup memiliki diameter 20 sentimeter yang mampu mengalirkan air 50 liter/detiknya.

Dirinya yakin, kondisi itu tentunya berdampak kepada suplai air kepada 3.037 pelanggan BUMD tersebut karena tinggal satu pipa yang mereka pakai, itupun dengan ukuran kecil.

"Penutupan pipa ini terpaksa kami lakukan selama kewajiban utang Rp8 miliar belum dibayar oleh PT PMgS," imbuhnya.