Selasa, 12 Februari 2019 17:21

Warga Cibogo juga Takut oleh Pembangunan Perumahan di Cireundeu

Reporter : Fery Bangkit 
Proyek Perumahan Di Kampung Adat Cireundeu.
Proyek Perumahan Di Kampung Adat Cireundeu. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Warga Cibogo RW 17 Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi mengaku khawatir dengan adanya pembangunan perumahan Griya Asri Cireundeu.

Perumahan yang menggunduli Gunung Gajah Langu hingga 6 hektare lebih itu tepat berada di atas warga RW 17 Kelurahan Leuwigajah. Sedangkan pembangunan berada di RW 10. Area pembangunan itu merupakan pembatas antara RW 10 dan 17.

Baca Juga : Pengakuan Komisi DPRD III Cimahi Soal Izin Griya Asri Cireundeu

"Di RW 17 ada sekitar 500 KK (kepala keluarga). Yang paling dekat berada di bawah, berbatasan (dengan proyek) itu RT 01, 02 dan 04," ujar Ketua RT 17 Kelurahan Leuwigajah, Asep Hermawan, Selasa (12/2/2019).

Ketakutan warga akibat dari dampak pembangunan itu adalah longsor. Bahkan, kata Asep, sekarang ini mulai ada longsoran batu kecil apabila hujan besar tiba. Selain itu, serapan air dipastikan berkurang mengingat yang tadinya Ruang Terbuka Hijau (RTH) kini beralihfungsi jadi perumahan.

Baca Juga : Gunung Gajah Langu Masuk Zona Kuning, Bappeda Cimahi:Itu 'Halal' untuk Dibangun

"Yang paling utama akibat dari pekerjaan fisik itu terjadi longsoran itupun sudah ada longsoran longsoran batu. Terus nanti aliran permukaan erosi, tanah yang terkikis terbawa aliran air," bebernya.

Pembangunan Griya Asri Cireundeu sekarang ini sudah dilanjutkan, setelah sempat terhenti sejak April 2018. Saat itu, pengembang belum mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian, Oktober 2018, pihak Pemkot Cimahi pun mengeluarkan IMB. Pembangunan pun dilanjutkan.

Baca Juga : Bappeda Cimahi Bicara Soal Hukuman Pidana Pembangunan Perumahan Cireundeu

Sekarang yang jadi pertanyaan, lanjut Asep, mengapa pihak pengembang tak pernah melibatkan RW 17 dalam sosialisasi secara formal. Padahal, pembangunan dimulai sejak awal 2018.

Dirinya belum pernah sekalipun menerima undangan sosialisasi atau apapun itu dari pihak pengembang. Padahal, proyek itu sangat berdekatan dengan rumah-rumah warga di RW 17. Rumah warga tepat berada di bawah proyek perumahan itu. 

Ia tahu adanya proyek itu dari laporan warga. "Pak itu yang ngerjain siapa? gak ada laporan gak ada sosialisasi," ujar Asep, menirukan laporan warga Juni tahun lalu.

Setelah itu, Asep mengecek langsung ke lokasi pembangunan dan ternyata memang sudah ada beberapa alat berat yang menggunduli RTH itu. Kemudian, ia sempat mencoba menanyakan kepada pihak pengembang, tapi saat itu tak ada di lokasi.

"Warga RW 17 banyak yang merasa keberatan. Dari awal tidak dilibatkan dalam (sosialisasi) rencana pembangunan perumahan," katanya.

Pihaknya memang tak bisa melarang adanya pembangunan itu. Namun, warga hanya meminta agar pihak terkait, dari mulai Pemkot Cimahi, DPRD Kota Cimahi serta pengembang agar memperhatikan dampak yang akan terjadi.

"Yang terdampaknya itu kan ada juga yang di luar RW 10 (RW 17). Jadi dari masyarakat juga mempertanyakan bagaimana dari kajiannya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Diah Ajuni mengklaim, dokumen lingkungan perumahan Griya Asri Cireundeu sudah dinyatakan lengkap. Termasuki Analisi Dampak Lingkungan (Amdal).

"Kita mengeluarkan dokumen izin lingkungan karena dasarnya sudah jelas memenuhi syarat berdasarkan PP Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan," katanya.

Baca Lainnya