Jumat, 19 Januari 2018 20:24

WALHI Jabar Bantah Klaim Demiz Terkait Citarum

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
Kondisi pencemaran limbah di Sungai Citarum.
Kondisi pencemaran limbah di Sungai Citarum. [Net]

Limawaktu.id - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menyatakan program Eco-Village sudah berjalan dan berhasil merubah predikat Citarum sebagai sungai terkotor di dunia menjadi sungai terhitam di dunia, karena masih banyak perusahaan yang membuang limbah ke sungai.

Klaim Demiz yang juga Calon Gubernur Jabar pada Pilkada 2018 tersebut dibantah oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jabar Dadan Ramdan, "Itu keliru, karena pabrik masih membuang limbah industri ke sungai dan anak sungai Citarum. Program Eco-Village hanya menyentuh pada edukasi warga dalam penanganan sampah rumah tangga", bantahnya.

Untuk mengatasi pencemaran Sungai Citarum,  menurut Dadan adalah industri harus menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan penegakan supremasi hukum, "Solusinya gunakan IPAL oleh industri dan penegakan hukum lingkungan untuk para pelaku industri", tandasnya.

Terkait pernyataan Demiz yang menyatakan adanya perubahan predikat Citarum yang tadinya sungai terkotor di dunia menjadi sungai terhitam di dunia, "Sebenarnya nggak ada pengertian khusus. Intinya Citarum tercemar, indikatornya kotor dan hitam oleh limbah dan sampah", pungkas Dadan. (jk)