Rabu, 6 Maret 2019 13:27

Wahid Husein, Dulu Kepala Kalapas Sikamiskin, Sekarang Terancam jadi Penghuni Lapas 9 Tahun Bui

Reporter : Fery Bangkit 
 Sidang tuntutan kasus suap dengan terdakwa Wahid Husein di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (6/3/3019).
Sidang tuntutan kasus suap dengan terdakwa Wahid Husein di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (6/3/3019). [limawaktu]

Limawaktu.id - Mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein diuntut hukuman sembilan tahun penjara, denda  Rp 400 juta, subsidair enam bulan penjara.

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus suap dengan terdakwa Wahid Husein di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (6/3/3019).

Baca Juga : Durasi Penahanan Suami Artis Inneke Koesherawati Terancam Hukuman Bertambah

Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tri Mulyono Hendradi menyatakan, terdakwa Wahid Husein terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair Pasal 12 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana.

"Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama sembilan tahun, denda Rp 400 juta, subsidair enam bulan kurungan," katanya.

Baca Juga : Fahmi Darmawansyah:Saya sudah lama tidak percaya KPK.Terlalu dzolim menurut saya

Dalam sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dariyanto, JPU KPK sebelum memohon terdakwa dijatuhi hukuman tersebut, terlebih dahulu menyatakan sejumlah hal yang menjadi pertimbangan.

Hal memberatkan terdakwa merupakan pejabat negara dan tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatan, bersikap sopan dan memiliki tanggungan istri dan anak.

Baca Juga : Bacakan Pledoi, Suami Inneke Mengaku Kapok Terlibat Suap Kalapas Sukamiskin

Penuntut umum KPK menambahkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa Wahid Husein dapat dibuktikan dengan pembuktian dari keterangan saksi dan alat bukti percakapan.

"Selaku Kepala Lapas menerima hadiah berupa sejumlah uang dan barang dari warga binaan Lapas Sukamiskin yang sebagian besar diterima terdakwa dari Hendry Saputra selaku staf umum merangkap sopir Kalapas Sukamiskin," ujar penuntut umum KPK.

Hadiah itu diterima dari Fahmi Darmawansyah, Fuad Amin Imron dan warga binaan lainnya. ‎Fahmi memberikan satu unit mobil double cabin Mitsubishi Truton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merek Kenzo, tas merek Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta.
Sedangkan dari Fuad Amin total mendapat Rp 71 juta dan mendapatkan pinjaman mobil, dibayari menginap di hotel di Surabaya.

Penuntut umum KPK menambahkan, hadiah itu diberikan pada terdakwa seharusnya sudah diketahui karena terkait sesuatu berupa mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam lapas.

"Termasuk penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas Sukamiskin yang bertentangan dengan kewajiban Wahid Husen selaku Kepala Lapas Sukamiskin sebagaimana diatur di Undang-undang Tentang Pemasyarakatan serta selaku penyelenggara negara," terangnya.

Seperti diketahui, Wahid Husein ditangkap KPK lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT). Selain Wahid, kasus ini juga menyeret Fahmi Darmawansyah, Andri Rahmat dan Hendry Saputra. Fahmi dan Andri sudah dituntut 5 dan 4 tahun penjara.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa akan menyampaikan pledoi atau nota pembelaan pada 20 Maret mendatang.

Baca Lainnya