Kamis, 30 Desember 2021 17:45

Unjani Telah Menjalankan Skema Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM

Reporter : Bubun Munawar
Tim Peneliti menyampaikan laporan akhir Kegiatan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Berbasis Hasil Penelitian PTS, di Kampus Unjani Cimahi, Kamis (29/12/2021)
Tim Peneliti menyampaikan laporan akhir Kegiatan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Berbasis Hasil Penelitian PTS, di Kampus Unjani Cimahi, Kamis (29/12/2021) [Istimewa]

Limawaktu.id,- Ketua Tim Penelitian Perguruan Tinggi Swasta (PTS)  Dr. Anceu Murniati, S.Si., M.Si., mengungkapkan, Unjani telah berkontribusi dan merespon dengan cepat dalam menjalankan skema program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM Pengmas Berbasis Hasil Penelitian PTS.

Hal  itu terungkap saat kegiatan penyampaian laporan akhir Kegiatan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Berbasis Hasil Penelitian PTS dengan tema “Dampak Kebijakan Penerapan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Jenderal Achmad Yani terhadap Peningkatan Soft Skills Mahasiswa”.

Tim peneliti terdiri dari Dr. Anceu Murniati, S.Si., M.Si., Dr. Dadan Kurnia, S.IP., M.Si., dan Dr. Lukman Munawar Fauzi S.IP., M.Si. 

Selain itu, beberapa program studi (prodi) di Unjani telah melaksanakan MBKM dengan menggunakan kurikulum yang baru, yaitu sisipan giat ekuivalensi MBKM dan kurikulum berbasis SmartMilitary University.

"Untuk kegiatan dalam program MBKM meliputi, kampus mengajar, magang sertifikat, pertukaran mahasiswa, penelitian, dan kerja praktek," paparnya, Kamis (30/12/2021).

Menurutnya, Dalam pelaksanaannya, survey populasi mencapai 70% yang terdiri dari mahasiswa sebanyak 8.465 responden, dosen sebanyak 411 responden, dan tenaga kependidikan sebanyak 353 responden pada seluruh prodi tingkat sarjana di lingkungan Unijani.

Berdasarkan pengolahan statistik, didapat hasil survey bahwa pemahaman pengetahuan tentang MBKM cukup dipahami baik dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, meskipun ada beberapa hambatan dan tindak lanjut, antara lain kendala teknis berupa terbatasnya waktu untuk melakukan sosialisasi ke setiap prodi. Sehingga sasaran untuk penyebaran angket kurang maksimal.

"Tindak lanjut dari pimpinan Unjani adalah berupaya lebih komprehensif untuk sosialisasi dalam peningkatan soft-skill mahasiswa yang mana melibatkan dosen dan tenaga kependidikan dalam implementasi MBKM dengan kurikulum terbaru," tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer