Kamis, 4 Oktober 2018 14:24

Tuntut Gaji, 3 Ribu Buruh PT Matahari Sentosa Jaya Mogok Kerja Sejak Kemarin

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id, Cimahi - Masalah ketenagakerjaan di PT Matahari Sentosa Jaya, Jln. Djoyodikromo, Kota Cimahi kembali mencuat.

Kali ini, sekitar 3.000 pekerja pabrik kaos kaki tersebut melakukan aksi di area pabrik PT Matahari Sentosa Jaya di Jln. Joyodikromo, Kel. Utama, Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi. Aksi dilakukan sejak Rabu (3/10), dan hingga Kamis (4/10) masih berlangsung.

Berdasarkan pantauan, aksi dimulai pukul 06.00 WIB. Para buruh yang didominasi kaum perempuan itu terlihat memenuhi sekitaran pabrik. Semakin banyaknya buruh yang berkumpul membuat Satuan Pengendali Massa (Dalmas) Polres Cimahi diterjunkan untuk menenangkan ribuan buruh. 

Para buruh memblokade gerbang pintu masuk pabrik. Semua buruh akan tetap melakukan aksi Mogok Kerja hingga tuntutan mereka dipenuhi pihak perusahaan.

Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Cimahi, Ikin Wahyudin mengatakan, aksi mogok kerja yang dilakukan para buruh lantaran kecewa terhadap perusahaan yang belum membayarkan upah mereka.

"Kita ini para buruh kecewa dengan pihak manajemen yang belum membayarkan upah dalam 2 (dua) bulan terakhir," kata Ikin disela-sela aksi.

Total buruh yang bekerja di PT Matahari Sentosa Jaya mencapai 4.000 jiwa. Statusnya didominasi oleh pekerja kontrak. Selain upah belum dibayar, ternyata masih banyak buruh yang masih dibayat jauh dari Upah Minimum Kota (UMK) Cimahi.

"Bahkan, perusahaan hanya sanggup mencicil upah sebagian buruh sebesar Rp 700 ribu untuk satu orang," ungkap Ikin.

Belum dibayarkannya upah para buruh ditengarai kondisi perusahaan yang beroperasi sejak tahun 1990 itu tengah dalam kondisi krisis finansial. "Perusahaan mungkin dalam kondisi pailit," ucapnya.

Tiga bulan sebelumnya, tepatnya Juli 2018, ribuan buruh PT Matahari Sentosa Jaya juga menggelar aksi di tempat sama. Tuntutan saat itu ialah mengenai tertundanya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Baca Lainnya