Selasa, 15 Januari 2019 13:44

Tren Raihan Piala Adipura Terputus di Tahun 2018, ini Dalih Ajay

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna.
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Tren raihan penghargaan Piala Adipura bagi Kota Cimahi terhenti di tahun 2018. Sebelumnya, kota mungil ini meraih penghargaan itu tujuh kali berturut.

Namun, tren penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia itu harus terputus. Sebab, hanya 146 daerah yang mendapatkan Adipura 2018. Cimahi tak termasuk di dalamnya.

Baca Juga : WALHI: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jabar Terburuk dalam 10 tahun terakhir!

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menjelaskan, alasan Kota Cimahi tak mendapatkan Piala Adipura lantaran belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPAS). Bukan hanya Cimahi saja, melainkan wilayah pengguna TPAS Regional Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat pun termasuk Kota Bandung nihil Adipura tahun 2018.

"Bukan hanya kita saja, Bandung Raya. Ada satu point, kita rak punya TPA," kata Ajay saat ditemui di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga : Jika Taat Hukum, Pejabat Jangan Takut Digugat Soal Izin Lingkungan

Dikatakannya, indikator TPAS mandiri yang tercantum dalam penilaian Adipura cukup menyulitkan Kota Cimahi yang memiliki lahan terbatas untuk membuat tempat pembuangan sampah. Untuk itu, kata dia, jika indikator itu tetap diterapkan tahun ini, sulit bagi pihaknya untuk meraih Adipura kembali.

"Penilaian ini cukup mematikan harapan untuk meraih Adipura. Meski sebersih apapun, harapan untuk meraih Adipura kecil," ujar Ajay.

Meski begitu, lanjut Ajay, Piala Adipura bukanlah tujuan utama. Sebab yang paling penting adalah, bagaimana pemerintah bersama masyarakat sama-sama menjaga lingkungan dan kebersihan Kota Cimahi.

Baca Lainnya