Senin, 12 Juni 2023 17:08

Tito Karnavian Targetkan Laju Inflasi Capai 3 Persen

Reporter : Bubun Munawar
Mnedagri Tito Karnavian memimpin Rakor Pengendalian Inflasi di Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Senin (12/6/2023)
Mnedagri Tito Karnavian memimpin Rakor Pengendalian Inflasi di Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Senin (12/6/2023) [Puspen Kemendagri ]

 

Limawaktu.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan,  dari Juli 2022 hingga Mei 2023 Laju Inflasi di Indonesia terus terkendali. Meski sempat berada di angka 6 persen, laju inflasi berhasil menurun secara bertahap hingga saat ini mencapai 4 persen yang merupakan angka terendah sejak Juli 2022. Hal itu berkat kerja keras bersama, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait. Namun semua pihak jangan berpuas diri karena angka inflasi masih belum mencapai target  sekitar 3 persen  

“Sekali lagi fakta ini menunjukkan bahwa apa-apa yang kita lakukan itu sudah on the right track dan kita tinggal perlu konsistensi dan jangan bosan,” ungkap Tito dalam keterangan tertulis yang diterima Limawaktu.id,  Senin (12/6/2023).

Tito  mengingatkan, agar semua pihak tidak cepat berpuas diri meski laju inflasi dalam negeri terus menurun hingga 4 persen. Sebab, angka tersebut masih belum mencapai target yang diharapkan yakni sekitar 3 persen.

“Kita terus berusaha tapi angkanya harus turun sekali lagi tidak jatuh tapi bertahap,” terangnya, saat . memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),  hari ini.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga mengungkapkan kondisi perekonomian di sejumlah negara yang patut diwaspadai. Sebab, beberapa negara di Eropa tengah mengalami resesi. Kondisi itu membuat pertumbuhan ekonomi melemah sehingga daya beli masyarakat berkurang dan berdampak terhadap tingkat produksi. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena bisa berpengaruh terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

“Karena eropa negara yang berpengaruh baik secara regional maupun internasional ini dapat berpengaruh juga kepada negara-negara lain termasuk negara kita, meskipun pertumbuhan ekonomi kita sangat bagus sekali, salah satu yang tertinggi, 5,3 persen,” tandasnya.

Dia pun mengatensi daerah yang angka inflasinya masih di atas rerata nasional yakni sebesar 4 persen.

“Ada beberapa daerah yang memerlukan atensi supaya dapat dikendalikan karena di atas nasional,” ujarnya.

Tito  menyebutkan beberapa daerah yang inflasinya masih di atas rerata nasional. Misalnya di tingkat provinsi yakni Maluku sebesar 5,06 persen, kemudian di tingkat kota yaitu Ternate 5,71 persen, dan di tingkat kabupaten yakni Sumenep 5,44 persen.

Di lain sisi, Tito mengapresiasi sejumlah daerah yang berhasil mengendalikan inflasi hingga di bawah rerata nasional. Daerah tersebut seperti Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,41 persen, kemudian Kota Tanjungpinang 2,3 persen, dan Kabupaten Indragiri Hilir 2,51 persen.

Dia  mengatakan, tren komoditas yang masih dominan harganya naik di beberapa daerah yakni daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih. Sebagai negara produsen, dirinya menoleransi kenaikan harga yang tidak signifikan agar kesejahteraan petani dan peternak terjaga. Namun, yang perlu diwaspadai adalah kenaikan harga yang terlalu tinggi dan berlangsung secara terus-menerus.

“Kalau kenaikan dalam harga yang masih dapat ditolerir mungkin masih bisa kita kendalikan, dan tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer