Limawaktu.id, Cimahi - Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menegaskan, permasalahan banjir menahun di Melong, Kecamatan Cimahi Selatan harus tuntas tahun 2020.
"Target kami, 2020 (banjir) Melong harus selesai," tegas Ajay, Minggu (4/11/2018).
Ajay mengakui, ada berbagai kendala yang dihadapi pihaknya dalam penanganan banjir Melong. Selain memang harus melibatkan Pemerintah Kabupaten Bandung, pihaknya juga terkendala pembebasan lahan milik PT Dewa Sutratex seluas 4.000 meter persegi yang belum menunjukan dokumen kepemilikan tanah.
Dikatakan Ajay, pihaknya akan sedikit memaksa agar pihak pabrik segera merespon keinginan Pemkot Cimahi. Pasalnya, jika tak seperti itu, permasalahan banjir Melong akan semakin berlarut.
"Kami akan sedikit memaksa, konsolidasi. Karena kalau begitu terus tidak akan ada akhirnya (banjir)," ujarnya.
Ajay melanjutkan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk penanganan banjir Melong tahun ini. Khususnya untuk pembebasan lahan di Cigugur Tengah dan Melong yang mencapai sekitar Rp 60 miliar.
Pembebasan lahan sangat penting dilakukan. Sebab, salah satu penyebab banjir Melong dikarenakan menyempitnya sungai di sepanjang Cigugur Tengah menuju Melong.
"Di wilayah kita anggarkan cukup besar, salah satunya pembebasan lahan," ucapnya.