Senin, 25 September 2017 23:04

Tingkatkan Pelayanan Warga Kabupaten Bandung dengan Smart City

Reporter : Yulie Kusnawati
Bupati Bandung Dadang M Naser bertukar cindera mata dengan GM PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Hendrawan
Bupati Bandung Dadang M Naser bertukar cindera mata dengan GM PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Hendrawan [limawaktu dok]

Limawaktu.id, - Sebagai upaya peningkatan pelayanan publik dan pembangunan Information Communication and Transaction (ICT) di Kabupaten Bandung, Pemda Kabupaten Bandung bekerja sama dengan PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk. melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) untuk smart city Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang M. Naser mengungkapkan, ditandatanganinya kesepahaman tersebut bertujuan untuk mempermudah jalannya komunikasi, informasi juga transaksi untuk pelayanan publik oleh pemerintah dan aktivitas masyarakat.

"Ini merupakan upaya peningkatan percepatan dalam hal informasi komunikasi dan transaksi. Terhadap pelayanan publik, semua dinas harus memacu kinerja dari MoU yg dilakukan hari ini. Tentu saja proses pelayanan publik akan semakin prima," ungkap Dadang usai acara penandatangan MoU bersama PT.Telekomunikasi Indonesia di rumah dinasnya, senin (25/9).

Lebih lanjut Dadang menekankan, kerja sama tersebut juga akan memperkuat program Bandung seribu kampung. Selain mempermudah kinerja pelayanan publik, masyarakat yang ingin mendapat pelayanan juga akan akan lebih efektif jika ICT tersebut sudah diterapkan.

‘’Ke depannya, Pemerintah dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Aplikasi yang nantinya akan diterapkan di tiap dinas, kecamatan dan kelurahan, seperti pelayanan APBD, PBB, pelayanan Kesehatan dan lainnya,’’ sebut orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini.

Sementara itu, General Manager PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Hendrawan menerangkan, pihaknya akan menerapkan Smart City untuk pelayanan bagi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Contohnya seperti perizinan, pajak, elektronik pajak, smart penerangan jalan umum, smart goverment, infrastruktur untuk kelurahan/kecamatan, puskesmas, rumah sakit, pendidikan, pelaporan elektronik, transaksi jual beli, kependudukan dan pada akhirnya akan bermuara menjadi big data.

‘’Ini memang sudah menjadi tuntutan kota berkembang,’ dari 31 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung, 8 diantaranya masih belum terkoneksi internet. Namun untuk progres 3 tahun pertama, kita akan bangun smart city kota Soreang terlebih dahulu dan kecamatan lainnya menyusul," terangnya. (lie)