Limawaktu.id, Kota Cimahi – Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan, butuh strategi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat Kota Cimahi, khususnya dalam pelayanan darah yang berkualitas dan responsif.
“Peningkatan kebutuhan darah, tantangan rekrutmen pendonor, dan keterbatasan infrastruktur menuntut kita untuk memperkuat sarana ini. Gedung UPDRS baru ini akan menjadi tonggak penting dalam pelayanan darah terpadu di RSUD Cibabat, tidak hanya untuk pasien internal, tapi juga 15 rumah sakit mitra lainnya,” ungkap Ngatiyana, saat ,melakukan Groundbreaking Pembangunan Gedung Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPDRS) RSUD Cibabat, Selasa, 5 Agutus 2025.
Menurut Ngtatiyana, untuk mengimplementasikan hal tersebut, Pemkot Cimahi secara resmi memulai yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di area parkir depan RSUD Cibabat.
Gedung UPDRS yang akan dibangun memiliki desain sesuai standar nasional Kementerian Kesehatan, dengan luas bangunan minimal 300 meter persegi dan alur pelayanan yang efisien dan aman. Pengembangan ini ditargetkan untuk mengangkat status UPD dari kelas pratama menjadi kelas madya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan darah dengan kapasitas yang lebih besar dan distribusi yang lebih luas.
Gedung UPDRS yang akan dibangun memiliki desain sesuai standar nasional Kementerian Kesehatan, dengan luas bangunan minimal 300 meter persegi dan alur pelayanan yang efisien dan aman.
Pengembangan ini ditargetkan untuk mengangkat status UPD dari kelas pratama menjadi kelas madya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan darah dengan kapasitas yang lebih besar dan distribusi yang lebih luas.
Pihaknya berharap RSUD Cibabat yang merupakan rumah sakit milik pemerintah dapat semakin berkembang dan dilengkapi berbagai faskes, yang bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik.
"Mudah-mudahan di Rumah Sakit Cibabat ini semakin banyak lagi fasilitas yang ada, segera berkembang lagi untuk melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu Direktur RSUD Cibabat, Sukwanto Gamalyono mengatakan, kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Penugasan Tahun Anggaran 2025, serta menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan berbasis data dan teknologi informasi pelayanan darah.
Selain manfaat langsung bagi pasien, pengembangan UPDRS ini diharapkan dapat menurunkan beban biaya pengadaan darah hingga 54%, serta memperkuat akuntabilitas dan efisiensi pelayanan.
"Kami mohon dukungan dari seluruh pihak agar pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. RSUD Cibabat berkomitmen menjadi pusat layanan kesehatan yang modern dan berdaya saing," ujar Sukwanto.
Dengan dimulainya pembangunan ini, RSUD Cibabat mempertegas posisinya sebagai rumah sakit rujukan regional Jawa Barat bagian barat, serta mitra utama dalam penyediaan darah yang aman, cepat, dan berkualitas di wilayah Bandung Raya.