Senin, 27 Desember 2021 17:00

Tingkat Stunting di KBB Masih Berada Diangka 32 Persen

Reporter : Bubun Munawar
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Hasto Wardoyo  mengukuhkan Sonya Fatmalas sebagai  sebagai Bunda Genre dan  Duta Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Bandung Barat ,Senin (27/12/2021)
Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo mengukuhkan Sonya Fatmalas sebagai sebagai Bunda Genre dan Duta Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Bandung Barat ,Senin (27/12/2021) [Humas KBB]

Limawaktu.id,- Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, Sonya Fatmala menyebutkan, Masih banyak pekerjaan rumah dalam menurunkan angka Stunting di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pasalnya tingkat Stunting di KBB masih berada di angka 32 persen.

“ PR penurunan angka stunting di Bandung Barat cukup berat, karena hingga saat ini tingkat stunting masih berada diangka 32 persen,” sebutnya, disela  pengukuhan dirinya sebagai Bunda Genre dan  Duta Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Bandung Barat oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Hasto Wardoyo, di Hotel Aston, Pasteur Bandung, Senin (27/12/2021).

Menurutnya, untuk menekan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat harus ada kepedulian dan keterlibatan dari seluruh stakeholder, sehingga akan terjalin kerjasama yang baik. 

"Jadi, ayo kita bekerja bersama dalam menurunkan angka stunting di Bandung Barat," tuturnya.

Dia menargetkan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat hingga 14 persen dengan catatan ada kepedulian dan gotong royong lintas OPD serta seluruh stakeholder terkait di Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Hasto Wardoyo mengungkapkan, Bunda genre kabupaten/kota memiliki peranan penting dalam pendewasaan usia perkawinan. Sehingga diharapkan dapat menekan angka stunting di Indonesia. Ditargetkan angka stunting menurun hingga 14 persen pada tahun 2024 nanti.

“ Perlu dioptimalkan fungsi dan peran BKKBN  serta Kementerian Agama dalam meningkatkan keluarga berkualitas melalui pendampingan para calon pengantin muda sebagai upaya preventif mencegah stunting,” ungkapnya.

Baca Lainnya

Topik Populer