Staf Khusus Wapres Tina Talisa
Staf Khusus Wapres Tina Talisa [Istimewa]
News

Tina Talisa: Peluncuran B50 Jadi Tonggak Sejarah Kemandirian Energi Indonesia

Limawaktu.id, Jakarta - Staf Khusus  Wapres sekaligus Komisaris PT Pertamina (Persero), Tina Talisa, menyatakan bahwa peluncuran bahan bakar biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto beberpa waktu lalu merupakan tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi.

Menurutnya, peluncuran tersebut bukan sekadar peresmian produk energi baru, tetapi menjadi bukti keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan inovasi yang diakui dunia.

"Peluncuran B50 bukan sekadar meresmikan bahan bakar baru. Ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah, BUMN, periset, industri, petani sawit, akademisi, dan begitu banyak anak bangsa bekerja bersama, Indonesia mampu melahirkan inovasi yang mencatat sejarah dunia," ujar Tina Talisa, di akun instagramnya, Selasa, 14 Juli 2026.

Dikatakannya, Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B50 secara nasional. Bahan bakar ini merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang diolah dari minyak sawit dengan 50 persen minyak solar.

Implementasi B50 diproyeksikan menyerap sekitar 16,7 juta kiloliter crude palm oil (CPO) setiap tahun. Selain memperkuat industri sawit nasional, kebijakan ini juga diyakini memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.

Tina menjelaskan, penerapan B50 akan membuat Indonesia mampu menghentikan impor solar sehingga berpotensi menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun per tahun. Di sisi lain, penggunaan biodiesel tersebut diperkirakan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO₂ ekuivalen, sekaligus membuka sekitar 2,1 juta lapangan kerja di sepanjang rantai industri sawit dan bioenergi.

"Ini bukan hanya isu energi. B50 merupakan upaya nyata yang berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan," jelasnya.

Tina menegaskan bahwa keberhasilan implementasi B50 merupakan hasil dari kesinambungan kebijakan nasional yang dibangun selama hampir dua dekade. Program pengembangan biodiesel, menurutnya, dimulai pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian diperkuat pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui implementasi B20, B30, hingga B35, dan kini mencapai tonggak baru dengan penerapan B50 di era Presiden Prabowo Subianto.

"Pencapaian ini mengingatkan kita bahwa membangun kemandirian energi adalah maraton, bukan sprint. Ketika visi besar dijaga kesinambungannya lintas pemerintahan, Indonesia mampu menghadirkan kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia," tegasnya.

Dengan implementasi B50, Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pelopor transisi energi berbasis bioenergi di tingkat global.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar