Rabu, 25 Mei 2022 18:11

Tim Dokter RSHS Berhasil Pisahkan Kembar Siam Zaina Zahira

Reporter : Iman Nurdin
Tim dokter RSHS berhasil memisahkan bayi kembar siam Zaina Zahira, Rabu (25/05/2022).
Tim dokter RSHS berhasil memisahkan bayi kembar siam Zaina Zahira, Rabu (25/05/2022). [Istimewa]

Bandung (limawaktu.id),- Bayi kembar siam asal Kabupaten Sukabumi, Zaina & Zahira berhasil dipisahkan tim dokter RSHS, Rabu (25 Mei 2022). Operasi pemisahan bayi kembar siam ini di lakukan di RSHS oleh Tim Kembar Siam RSHS.

"Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar," kata Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS, drg. M. Kamaruzzaman, M.Sc. kepada wartawan di RSHS, Rabu (25/05/2022).

Menurut dia, proses operasi berlangsung  kurang lebih  3 jam 17 menit sejak dimulai insisi. Organ-organ tubuh bayi berhasil dipisahkan pada pukul 13.31 WIB dan membutuhkan waktu 3-4 jam untuk melanjutkan proses operasi hingga selesai.

"Kondisi bayi saat menjalani operasi cukup stabil," ujar Kamaruzzaman.


Ketua Tim Kembar Siam RSHS, dr. Dikki Drajat Kusmayadi, Sp.BA(K) menyampaikan, Zahira dan Zaina ini termasuk kepada Conjoined twin thoracoompalophagus, yakni kembar siam yang menempel bada bagian dada dan perut.

"Agak kesulitan saat memisahkan liver, serta selaput jantung yang menempel, namun alhamdulillah bisa dilakukan. Pada penutupan kulit cukup untuk ditutup. Dinding dada juga memerlukan sedikit alat penambal karena terbuka, tetapi alhamdulilah bisa dilapisi dengan alat tersebut dan tertutup dengan baik, " terang Dikki.

Dikki menjelaskan, saat ini masing- masing organ bayi normal. Kondisi liver bayi mengalami dempet, namun masing-masing liver mempunyai sistem saluran empedu dan darah masing-masing. Ada juga pembuluh darah yang menyambung, tetapi bisa dipisahkan.

Pasca-operasi, lanjutnya,  diharapkan tidak ada operasi lanjutan. Namun  tim dokter terus  mengobservasi perkembangannya. "Karena kan kita memakai alat penambal yang dipasang di tubuh bayi, yang mungkin asing bagi tubuhnya.  Ke depan akan diobservasi respon dari tubuhnya, semoga baik," Imbuhnya.

Sekretaris Tim Kembar Siam, dr. Fiva Aprilia Kadi, Sp.A(K), M.Kes mengatakan, di balik lancarnya operasi pemisahan ini,  ada sedikit kendala dengan detak jantung pada salah satu bayi. Kondisi tersebut berhasil teratasi dengan baik dan setelah terpisah kondisi kedua bayi stabil.   "Pasca-operasi bayi diobservasi antara 7-10 hari, mudah-mudahan lebih cepat jika penyembuhan lukanya lebih baik," imbuhnya.

Bayi Zaina- Zahira merupakan anak ke 2  dan ketiga dari pasangan Evi Susanti dan Abdul Muslih asal  l Kabupaten Sukabumi  lahir pada 28 Juni 2021 di RSHS. Kedua bayi perempuan ini menjalani operasi pada usia 11 bulan. Orang tua bayi mengetahui kondisi kembar siam saat dalam kandungan 4 bulan dan dirujuk untuk berkonsultasi dengan dokter RSHS sampai lahir, menjalani perawatan hingga operasi pemisahan. Adapun pembiayaan dibantu oleh Yayasan Kitabisa.com.

Baca Lainnya

Topik Populer