Senin, 12 Maret 2018 17:53

Tiga Wilayah Kumuh di Cimahi akan Ditata

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna saat acara Musrenbang Kota Cimahi, Senin (12/3/2018) di Gedung Technopark Cimahi.
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna saat acara Musrenbang Kota Cimahi, Senin (12/3/2018) di Gedung Technopark Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Tiga wilayah kumuh di Kota Cimahi masuk dalam rencana penataan Pemerintah Kota Cimahi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019.

Tiga wilayah kumuh tersebut berada di Kelurahan Cigugur Tengah, Kelurahan Setiamanah dan Kelurahan Cibeureum. Total luasannya mencapai 15 hektare per kelurahan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, M Nur Kuswandana mengatakan, untuk penataan kawasan kumuh, ada beberapa kriteria yang harus dibenahi.

"Harus diperhatikan juga terkait akses jalan, pengadaan air bersih, sanitasi kemudian kebahayaan kebakaran serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sebagainya," terangnya usai acara Musrenbang Kota Cimahi di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Baros, Senin (12/3/2018).

Khusus penataan kawasan Cigugur Tengah, kemungkinan tahun ini akan dimulai penataan, sekaligus untuk memulai pembebasan lahan dalam rencana pembebasan banjir Melong.

"Sekaligus kita benahi juga ruang terbuka hijau, sumber air bersih dan sanitasinya," katanya.

Di tempat sama, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, dalam penataan wilayah kumuh, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk turut bekerja sama. Terutama soal pembebasan lahan yang selama ini selalu jadi kendala.

"Kami mengajak peran serta masyarakat untuk turut serta dalam program pembangunan pemerintah. Salah satunya masyarakat tidak menjual tanah dengan harga fantastis," katanya.