Selasa, 6 November 2018 14:56

Tiga Pengeroyok Suporter Persija Divonis Tiga-Empat Tahun

Reporter : Fery Bangkit 
sidang putusan kasus pengeroyokan yang menewaskan suporter Persija, di ruang anak PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (6/11/2018). 
sidang putusan kasus pengeroyokan yang menewaskan suporter Persija, di ruang anak PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (6/11/2018).  [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Bandung - Hakim tunggal Pengadilan Anak memvonis tiga pelaku anak pengeroyok Suporter Persija hukuman tiga tahun hingga empat tahun penjara.

Ketiganya yakni SH, AR dan TD terbukti bersalah melanggar pasal 170, juncto pasal 55 ayat (2) ke-3 KUHPidana, juncto UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak sebagaimana dakwaan kedua.

Baca Juga : Ini Hukuman Buat Dua Pelaku Penganiaya Suporter Persija Jakarta

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus pengeroyokan yang menewaskan suporter Persija, di ruang anak PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (6/11/2018). 

Ketiga anak dihadirkan dalam sidang yang dibuka untuk umum. Selama pembacaan fakta persidangan, ketiga anak yang mengenakan koko putih dan peci hitam terus tertunduk, sambil terisak menahan tangis.

Baca Juga : Tangisan Pelaku Penganiaya Suporter Persija Usai Divonis 3 Tahun Penjara

Dalam amar putusannya, hakim tunggal Suwanto menyatakan ketiga pelaku anak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

"Menjatuhkan hukuman terhadap anak satu (SH) hukuman empat tahun penjara, anak dua (Ar) hukuman empat tahun, dan anak tiga (TD) hukuman tiga tahun enam bulan penjara," katanya.

Baca Juga : Lima Pelaku Pengoroyok Suporter Persija Jakarta Terancam 7,5 Tahun Penjara

Sebelum membacakan amar putusannya, majelis juga menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Untuk yang memberatkan, perbuatan anak meresahkan masyarakat, memperburuk citra suporter sepakbola, dan menimbulkan kesedihan serta duka mendalam bagi keluarga korban.

Sementara untuk yang meringankan, anak belum pernah dihukum, berlaku sopan selama persidangan, berjanji tidak akan mengulanginya, masih muda dan belum pernah dihukum. 

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Bandung, yakni lima tahun untuk anak SH dan AR, serta tuntutan empat tahun untuk anak TD. Atas putusan tersebut, baik pelaku anak, tim kuasa hukumnya serta JPU sama-sama mengambil sikap pikir-pikir.

Baca Lainnya