Senin, 10 Desember 2018 19:01

Tersisa Rp 25 Miliar, Realisasi Penerimaan Pajak 2018 Terancam Meleset

Reporter : Fery Bangkit 
Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Mochamad Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (10/12/2018).
Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Mochamad Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (10/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah yang direalisasi Badan Pengelola Pendatapan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi tahun 2018 terancam meleset dari target.

Sebab, hingga akhir November 2018 pajak yang berhasil baru baru mencapai Rp 301 miliar. Sementara target realisasi pajak dan retribusi daerah tahun 2018 mencapai Rp 326 miliar.

"Realisasi sekitar Rp 301 miliar jadi, kita masih punya saldo target Rp 25 miliar yang harus dikejar," ujar Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Mochamad Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (10/12/2018).

Dikatakan Ronny, ada sembilan jenis pajak yang dikelolah Bappenda Kota Cimahi. Yakni Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan, pajak parkir dan Pajak Air Tanah (PAT).

Dari sembilan jenis pajak itu, BPHTB merupakan salah satu sektor pajak yang belum terealisasi secara maksimal. Dari Rp 34 miliar yang ditargetkan, tercatat hingga November bari diterima Rp 25 miliar. Artinya, ada Rp 9 miliar lagi yang harus dikejar dalam sebulan ke depan.

Dijelaskannya, masih belum tercapainya pajak dari BPHTB disebabkan transaksi yang tak bisa diprediksi. Ronny mencontohkan, realisasi capaian pajak dari BPHTB tahun 2017 cukup baik, mengingat saat itu terdongkrang program Tax Amnesty. 

"Sehingga terjadi transaksi tinggi dan nilai pajaknya juga tinggi. Untuk tahun 2018, tidak ada momen yang bisa meningkatkan transaksi sehingga semuanya tergantung pasar," jelas Ronny.

Selain BPHTB, ada juga sektor pajak restoran yang baru terealisasi Rp 11 miliar. Begitu juga dengan PPJU yang baru mencapai Rp 38 miliar, dari target Rp 41 miliar.

"Kalau untuk PBB sudah melebihi target Rp 35 miliar dengan nilai Rp 39 miliar," terang Ronny.

Dikatakannya, untuk mencapai target penerimaan pajak dalam sebulan terakhir ini, pihaknya akan terus melakukan peningkatan dalam pengelolaan. Sebab, semakin maksimal pelayanan dan pengelola, maka realisasi capaian target akan terbuka lebar.

"Lebih ke mekanisme pasar terutama untuk BPHTB. Untuk sektor lain, kami optimis bisa mencapai target," jelasnya.

Untuk tahun 2019, lanjut Ronny, akan ada kenaikan target dalam raihan pajak dan retribusi daerah dari tahun ini. Nilai targetnya mencapai Rp 444 miliar. Rencana kenaikan itu bisa tercapai dengan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

"Ada kenaikan sekitar Rp 100 miliar terutama dari pajak daerah sektor PBB. Dari target Rp 35 miliar di tahun 2018, ada kenaikan sampai Rp 87 miliar tahun 2019," ungkapnya.

Baca Lainnya