Senin, 10 Desember 2018 13:28

Tersangka Dugaan Korupsi Tanah Cibeureum Bertambah, ini Perannya!

Reporter : Fery Bangkit 
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi Menyita Lahan Seluas 24,790 Meter Persegi Di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi Menyita Lahan Seluas 24,790 Meter Persegi Di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi telah menetapkan tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi atas dugaan penyalahgunaan penyertaan modal daerah pada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) dan PT Lingga Buana Wisesa untuk pembangunan Pasar Raya Cibeureum dan pembangunan sub terminal.

Tersangka baru itu bernama Ajang Sujana, mantan Direktur Utama PDJM.

Baca Juga : Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Tanah Cibeureum, Mantan Wali Kota Cimahi Kembali Bakal Duduk di Kursi Pesakitan

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Cimahi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija, Idris Ismail dan mantan Ketua DPRD Kota Cimahi, Rd. Sutarja. Namun terakhir sudah digugurkan sebagai tersangka karena meninggal dunia.

"Hasil pengembangan perkara Pak Itoc bertambah 1 (satu), itu AS selaku Direktur Utama PDJM saat itu," ungkap Kajari Cimahi, Harjo yang didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cimahi, Romadu Novelino saat ditemui usai peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2018 di Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Senin (10/12/2018).

Namun, dirinya enggan menyebutkan peran AS dalam dugaan kasus penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap PDJM itu. 

"Perannya kami belum bisa buka saat itu. Yang jelas perkara ini secepatnya, sudah mau rampung," tegas Harjo.

Sekedar informasi, kasus penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2006-2007. Saat itu, Pemerintah Kota Cimahi melakukan penyertaan modal kepada PDJM dan PT Lingga Buana Wisesa sebesar Rp 87 miliar yang dilakukan secara bertahap.

Namun dalam perjalanannya, pembangunan Pasar Raya Cibeureum berganti konsep menjadi Bandung-Cimahi Junction (BCJ) yang saat itu menjadi Pusat Niaga Cimahi (PNC). Tapi, pembangunan itu mangkrak dikarenakan ada masalah hukum. 

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Cimahi telah menyita lahan seluas 24,790 meter persegi di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Penyitaan lahan Cibeureum ini sudah berdasarkan penetapan pengadilan untuk dijadikan barang bukti saat persidangan nanti.

"Lahan yang kami sita digunakan sebagai barang bukti dalam persidangan," kata Romadu.

Baca Lainnya