Senin, 14 Mei 2018 13:51

Terorisme Keluarga, Fenomena Baru di Indonesia

Reporter : Fery Bangkit 
Keluarga Teroris Surabaya.
Keluarga Teroris Surabaya. [Net]

Limawaktu.id - Kasus bom Surabaya memunculkan empat Fenomena baru dalam dunia terorisme di Indonesia, demikian pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Nata S Pane kepada limawaktu.id, Senin (14/4/18).

Menurutnya ada empat fenomena terorisme di Surabaya, antara lain:

Pertama, inilah pertama kali satu keluarga terlibat dalam melakukan serangan Teror bom bunuh diri.

Kedua, keterlibatan perempuan dalam aksi bom bunuh diri makin masif.

Ketiga, para Teroris makin nekat mendatangi polisi, meskipun di markasnya, untuk melakukan serangan.

Keempat, kasus bom Surabaya menunjukkan bahwa pelaku teror bom bunuh diri bukan lagi hanya dari kalangan ekonomi lemah tapi juga sudah melibatkan kalangan ekonomi mapan.

Karenanya IPW mencemaskan situasi ini, "Jika jajaran kepolisian tidak bisa segera mengendalikan situasi. Masyarakat akan semakin resah dan merasa tidak aman, sementara bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. Bagaimana pun masyarakat butuh situasi aman saat melaksanakan ibadah Ramadhan", ujarnya.

Polri dan kalangan intelijen perlu bekerja super keras untuk menghentikan aksi teror ini agar tidak ada celah bagi teroris untuk beraksi.

"Terutama menjelang sidang tuntutan terhadap tokoh teroris Aman Abdurrahman yang rencananya akan berlangsung Jumat ini di PN Jaksel. Aman adalah otak bom Thamrin. Ucapan dan perintah tokoh JAD ini sangat didengar dan diikuti para pengikutnya, termasuk melakukan aksi bom bunuh diri", jelas Pane.

Situasi ini perlu diantisipasi kepolisian. Pagar betis harus dilakukan agar pengikut Aman tidak punya celah untuk menebar teror balas dendam.

Selain itu kasus aksi teroris yang beruntun ini menunjukkan bahwa program deradikalisasi yang digalang pemerintah gagal total.

"Jaringan baru teroris bermunculan dan jaringan yang tertidur bangun lagi. Sepertinya pemerintah perlu mengevaluasi banyak hal agar situasi keamanan di negeri ini kembali kondusif, terutama saat Ramadhan, idul Fitri dan pelaksanaan pilkada serentak", pungkasnya.

Baca Lainnya