Senin, 19 Februari 2018 19:33

Teror Terhadap Pemuka Agama Dirasa Aneh

Reporter : Fery Bangkit 
Pimpinan Ponpes Nurul Anwar, Muhammad Nuryadi (Buya Nur).
Pimpinan Ponpes Nurul Anwar, Muhammad Nuryadi (Buya Nur). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Belakangan ini, aksi teror yang menyasar Pondok Pesantren (ponpes), ulama maupun masyarakat tengah menggila. Termasuk di Kota Cimahi.

Sabtu, 17 Februari 2018 kemarin, aksi nyata teror itu dialami Pimpinan Ponpes Nurul Anwar, Muhammad Nuryadi di RT 06/15 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.

Baca Juga : Teror Terhadap Pemuka Agama Terjadi di Cimahi

Pelaku itu datang dan duduk dalam acara Maulid Nabi yang dilaksanakan Ponpes tersebut. Bahkan, orang itu terlihat rapih, layaknya seorang yang diundang dalam acara pengajian.

Namun, pihak pesantren, termasuk Buya Nur, sapaan akrab Pimpinan Ponpes curiga. Pasalnya, ada yang melaporkan bahwa orang itu menanyakan keberadaan Buya Nur. Lebih mencurigakan lagi, orang tersebut mengenakan anting.

Setelah dilakukan pemeriksaan usai acara Maulid Nabi, ternyata orang itu membawa pistol, yang belum diketahui asli atau palsu. Setelah dibongkar, dalam pistol itu terdapat isim dari kain kafan. Setelah diintrogasi, orang mencurigakan itu sama tidak stabil dalam menjawab pertanyaan.

Menurut Buya Nur, aksi teror terhadap pemuka agama yang dilakukan sangatlah aneh. Apalagi, kebanyakan aksi yang terjadi katanya dilakukan orang yang diduga gila.

“Gak percaya sama sekali itu orang gila. Apalagi yang kemarin, rapih kaya ustadz,” katanya saat ditemui di Ponpes Nurul Anwar, Senin (18/2/2018).

Setelah kejadian teror terhadap pemuka agama dialaminya sendiri, Buya Nur meyakini, informasi teror terhadap Ponpes maupun pemuka agamanya diberbagai daerah bukanlah kabar hoax.

“Saya harus siap-siap, ini bukan hoax. Saya alami sendiri,” katanya.

Diakuinya, sejak kejadian kekerasan terhadap Pimpinan Ponpes Al-Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung Barat, aparat kemanan di sekitar Ponpes-nya lebih rajin menggelar siskamling.

“Siskamling sudah berjalan di sini, dari waktu ada berita di Cicalengka,” katanya.

Dikatakannya, sebetulnya ia sama sekali tidak takut dengan adanya teror semacam kemarin. Hanya saja, yang resah adalah para santri dan warga di sekitar Ponpes yang dipimpinnya.

Untuk itu, Buya Nur menghimbau agar semua elemen masyarakat, khususnya para santri agar lebih berhati-hati dan lebih waspada terhadap orang-orang yang belum dikenal. Apalagi, gerak-geriknya dirasa mencurigakan.

“Hati-hati kalau gak dikenal, apalagi yang pura-pura gila,” ucapnya.

Baca Lainnya