Kamis, 12 Oktober 2017 18:41

Ternyata, PT. Ultra Jaya Hanya Miliki Dokumen UKL/UPL Bukan Amdal

News Demo Ultra Jaya
Warga Desa Gadobangkong menyampaikan aspirasinya saat demo di PT. Ultra Jaya belum lama ini.
Warga Desa Gadobangkong menyampaikan aspirasinya saat demo di PT. Ultra Jaya belum lama ini. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Keresahan warga Gadobangkong akibat bau limbah PT. Ultra Jaya, yang diwarnai aksi demo berjilid-jilid dan pertemuan yang menemui jalan buntu, menguak tabir ternyata selama ini PT. Ultra Jaya belum memiliki Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). 

Padahal, Perusahaan sebesar PT. Ultra Jaya harus memenuhi standar pengelolaan limbah berdasarkan Undang-undang no. 32 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 yang menegaskan selain aspek bahan berbahaya dan beracun yang harus diperhatikan adalah soal kenyamanan bagi warga sekitar.

"Selama ini, sejak berdiri pada 1971 PT. Ultra Jaya hanya memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL), bukan Amdal", kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko saat dihubungi limawaktu.id belum lama ini.

Menindaklanjuti hal tersebut Dinas LH memanggil dan melakukan pertemuan dengan PT. Ultra Jaya pada Senin (9/10) bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup KBB. Pasca pertemuan tersebut Kabid  Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Aam menjelaskan, hasil pertemuan dengan PT. Ultra Jaya memunculkan beberapa opsi, salah satunya adalah rapat dengan Komisi Penilai Amdal KBB.

Terkait masalah Amdal PT. Ultra Jaya tersebut, Kabid. Analisis Dampak Lingkungan Dinas LH KBB, Zamilia hanya menjawab singkat, "Ultra Jaya sudah punya dokumen UKL dan UPL revisi terbaru tahun 2017" pungkasnya. (jk)*