Senin, 4 Desember 2017 21:19

Terkait Polusi, Ultra Jaya Klaim Perbaiki PAL

Reporter : Jumadi Kusuma
Health, Safety & Environment Manager PT Ultra Jaya, Maman Khoerudin (kanan) dan Kadis LH KBB Apung Hadiat Purwoko memperlihatkan pakta integritas yang telah  ditandatangani
Health, Safety & Environment Manager PT Ultra Jaya, Maman Khoerudin (kanan) dan Kadis LH KBB Apung Hadiat Purwoko memperlihatkan pakta integritas yang telah ditandatangani [limawaktu]

Limawaktu.id, - PT. Ultra Jaya Milk Industri Tbk, Jalan Raya Cimareme No. 131 Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah memasang alat-alat baru untuk mengatasi dampak lingkungan yang selama ini dikeluhkan warga sekitar. Seperti diketahui, selama ini warga yang berasal dari RW 05, RW 06, RW 08 dan Rw 11 Desa Gadobangkong Kecamatan Ngamprah mengeluhkan bau limbah yang berasal dari pabrik susu tersebut.

Health, Safety & Environment Manager PT Ultra Jaya, Maman Khoerudin mengakui jika selama ini ada kendala saat pihaknya melakukan produksi. Terlebih ketika mati lampu yang mengakibatkan produksi terganggu dan berpengaruh terhadap instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Untuk itu, perusahaannya kini memaksimalkan pengolahan IPAL tersebut dengan memperbaiki peralatan yang rusak serta memasang alat-alat baru.

Dikatakannya alat baru tersebut dipasang di bak equalisasi dua unit, bak pre equalisasi empat unit dan pada bak aerasi enam unit. “Alat itu kita pasang sebagai antisipasi bau, sehingga ke depan tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya pada wartawan, usai menandatangani pakta integritas, Senin (4/12/17) di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup (LH) Komplek Perkantoran KBB.

Dalam penandatangan pakta Integritas tersebut disaksikan oleh Kadis. LH Apung Hadiat Purwoko, Kabid. Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Dinas LH KBB Wiriawan dan dari pihak PT. Ultra Jaya diwakili Maman Khoerudin, Manager HRD & GA Taman Purba, Utility Manager Tjatur Nugroho dan Branch Manager Bandung Tata Tirta Utama Esti S Sukarsa.

Sementara Kepala Dinas LH KBB Apung Hadiat Purwoko mengatakan, pakta integritas tersebut pihaknya berharap ke depan tidak terjadi lagi, ada limbah yang mengotori masyarakat sekitar. Namun ia cukup berlega hati karena Ultra Jaya telah menyelesaikan persoalan dengan warga sekitar dan memenuhi tuntutan warga. “pakta integritas ini bukti keseriusan mereka untuk tetap menjaga lingkungan sesuai dengan ketentuan yang digariskan dalam aturan perundang-undangannya,” ucapnya.

Dilain pihak ditempat terpisah,  limawaktu.id melakukan konfirmasi terkait klaim dari PT. Ultra tersebut, menurut Mansur warga RT 2 RW 11 Kampung Bunisari Desa Gadobangkong yang rumahnya tidak jauh dari pabrik Ultra, mengakui saat ini lingkungan tempatnya tinggal tidak merasakan bau limbah lagi, "Iya Pak, untuk bau busuk sekarang sudah nggak tercium lagi", jawabnya singkat. (jk)

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Sae at

4 Desember 2017 22:21 Balas