Rabu, 15 Agustus 2018 21:05

Terbukti Menerima Suap, ini Ganjaran untuk eks Panwaslu dan Komisioner KPU Kab Garut

Reporter : Fery Bangkit 
Sidang tuntutan kasus dugaan gratifikasi seleksi Cabup/Cawabup di KPUD Garut, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (15/8/2018).
Sidang tuntutan kasus dugaan gratifikasi seleksi Cabup/Cawabup di KPUD Garut, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (15/8/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Sementara Komisioner KPUD Garut Ade Sudrajat dituntut hukuman dua tahun enam bulan. 

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan Gratifikasi seleksi Cabup/Cawabup di KPUD Garut, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (15/8/2018). 

Dalam sidang yang dipimpin Sudira, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar Isnan menyebutkan, keduanya terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan, dengan cara menerima hadiah untuk meloloskan salah satu calon dalam Pilkada Garut 2018, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat 1 UU Tipikor sebagaimana dakwaan primer.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu Ade Sudrajat hukuman dua tahun enam bulan, dan terdakwa dua Heri Hasan Basri hukuman dua tahun penjara," katanya. 

Selain hukuman penjara, terhadap keduanya juga dikenakan denda Rp 50 juta atau subsider kurungan lima bulan penjara. 

Sebelum membacakan amar tuntutannya, JPU membacakan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Untuk yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Sementara untuk hal yang meringankan, para terdakwa berlaku sopan, menyesali dan mengakui perbuatannya, dan belum pernah dihukum.

Dalam berkas terpisah, Isnan juga membacakan tuntutan terhadap kedua penyuapnya, yakni Sony Sondani dan Didin Wahyudin. Keduanya dituntut hukuman dua tahun enam bulan, denda Rp 50 juta subsider kurungan lima bulan. 

Kasus tersebut bermula sat Satgas Anti Money Politik Mabes Polri, Polda Jabar dan Polres Garut melakukan penangkapan dan penahan terhadap tiga orang yang diduga melakukan Tindak Pidana Pemberian dan atau penerimaan Hadiah/Suap terkait dengan upaya meloloskan salah satu calon dalam Pilkada di Kabupaten Garut, di KPUD Garut Jalan suherman. Ketiganya, yakni Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri, anggota KPUD garut Ade Sudrajat, dan Didin Wahyudin.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan para terdakwa berawal saat Didin Wahyudin memberikan uang sebesar RP 10 Juta kepada Ketua Panwaslu Kab. Garut Heri Hasan Basri dan memberikan uang kepada anggota KPUD Garut Ade Sudrajat sebesar kurang lebih RP 100 Juta serta adanya penyerahan kendaraan Daihatsu Sigra untuk meloloskan pasangan Calon Soni Usep Nurdin dalam tahapan Pilkada Garut.

Baca Lainnya