Rabu, 26 Agustus 2020 18:54

Tegas! Kapolres Cimahi Bilang Gini ke Pelaku Pariwisata

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat Menghadiri Acara Silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat sekaligus Sosialisasi Disiplin Protoko
Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat Menghadiri Acara Silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat sekaligus Sosialisasi Disiplin Protoko [Foto Istimewa]

Cimahi - Tempat usaha hingga pariwisata diminta tak asal-asalan dalam menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi virus korona atau Covid-19. Jika ada pelanggaran, akan diberikan tindakan tegas berupa penutupan.

Hal itu terungkap dalam Silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat sekaligus Sosialisasi Disiplin Protokoler Kesehatan di Gedung Cimahi Techno Park Jalan Baros Kota Cimahi, Rabu (26/8/2020).

"Pengusaha jangan cuman formalitas soal protokol kesehatan. Harus ikut menekan angka penularan Covid-19,"  tegas Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki.

Dikatakan Yoris, penerapannya harus sesuai aturan sebagai upaya pencegahan sehingga tidak muncul klaster baru penularan Covid-19.

"Kita menekankan, perekonomian bisa jalan tapi di sisi lain protokol kesehatan dijaga dengan pakai masker, sediakan tempat cuci tangan dan sanitizer, jaga jarak dengan batasi pengunjung. Jangan sampai dibuka malah muncul klaster baru," katanya.

Pihaknya menurunkan setengah kekuatan personil Polres Cimahi bekerjasama dengan Kodim 0609/Cimahi dalam pengamanan AKB dan protokol kesehatan di tempat wisata dan pusat keramaian masyarakat. 

"Kalau ada pelanggaran kita tindak, termasuk bisa usulkan ke pemerintah penutupan hingga pencabutan izin usaha kalau pengusaha yang lalai soal protokol kesehatan," jelasnya.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, semua pihak perlu menyadari bahwa pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Mengingatkan bahwa pandemi masih ada, harus kolaborasi antara ekonomi yang harus jalan dan protokol kesehatan wajib," tegasnya.

Pihaknya kerap berkoordinasi dengan daerah di Bandung Raya dalam penanganan Covid-19.

"Bandung Raya ini satu hamparan. Koordinasi dengan daerah tetangga perlu dilakukan, tidak bisa penanganan covid parsial tapi harus saling kerjasama," tuturnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer