Kamis, 9 Agustus 2018 11:39

Tata Cara Pengajuan Permintaan Air Bersih dari Pemkot Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
UPT Air Minum Dan Aliran Sungai Cimahi Yang Dimanfaatkan Untuk Membantu Kesulitan Air Warga Kota Cimahi
UPT Air Minum Dan Aliran Sungai Cimahi Yang Dimanfaatkan Untuk Membantu Kesulitan Air Warga Kota Cimahi [limawaktu]

Limawaktu.id, - Memasuki musim kemarau, pasokan air bersih dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Minum Kota Cimahi masih berjalan normal.

Kepastian itu didapat dari Kepala UPT Air Minum Kota Cimahi, Dede M Asrori saat ditemui di Lingkungan Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (9/8/2018).

Baca Juga : Dilanda Kemarau, Pasokan Air Bersih ke Cimahi Menurun 12%

"Meskipun kemarau beberapa bulan ke depan, masih aman. Kemudian untuk distribusi ke masyarakat masih 24 jam yang dari jaringan kita," tegas Dede.

Dalam sebulan, produksi air bersih di UPT Air Minum masih normal, yakni sekitar 35 ribu kubik, dari kapasitas maksimal produksi mencapai 120 ribu kubik. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi hingga 5 ribu Sambungan Rumah (SR) di Kota Cimahi.

Baca Juga : Titik-titik Rawan Kekeringan di Kota Cimahi

Namun untuk sementara ini, produksi air dari UPT Air Minum Kota Cimahi baru melayani 1.489 SR. Kemudian, ditambah pelayanan terhadap 859 SR di Rumah Susun Sewa (Rusunawa).

"Kita baru melayani di 3 (tiga) kelurahan di Karangmekar, Cigugur Tengah dan Citeureup," terang Dede.

Perihal laporan kekeringan hingga kesulitan air, lanjut Dede, pihaknya sudah menerima permintaan pengiriman air dari 14 RT di lima kelurahan se-Kota Cimahi. Yakni Kelurahan Cibabat, Pasirkaliki, Cimahi, Cibeber dan Leuwigajah.

Dampak kekeringan di Kelurahan Cibabat sudah terjadi di RW 15 di RT 1, 3, 4, 5 dan 6, Pasirkaliki di RW 12 RT 3, 4, 5 dan 6, Kelurahan Cimahi di RW 1 RT 6, Kelurahan Leuwigajah di RW 15 RT 4. Selanjutnya Kelurahan Cibeber ada di RW 4 RT 9 dan RW 8 RT 3 RT 6.

"Jadi semuanya 14 RT yang kita tangani, kita bantu dengan menggunakan tanki," ujar Dede.

Dede menghimbau, bagi masyarakat yang merasa kesulitan air bersih agar melakukan permohonan permintaan melalui pihak RT/RW yang diketahui oleh kelurahan setempat. Kemudian, baru mengajukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) melalui UPT Air Minum.

"Dari permintaan masyarakat, biasanya minta pakai surat dari rw minta bantuan pengiriman air bersih. Kita tindaklanjuti kirim ke lapangan," tandasnya.

Baca Lainnya