Limawaktu.id - Status Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu masih berada di Level II Waspada. Status itu bertahan selama sepekan pasca erupsi beberapa waktu lalu.
Sebab status belum aman untuk dikunjungi hingga bibir kawah, akses menuju objek wisata yang terletak di perbatasan Lembang-Subang itu masih dipasang portal dan dijaga oleh petugas. Bahkan sejumlah petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat hingga kini masih siaga di Pos Pemantauan Gunung Tangkubanparahu.
Ketua Tim Pascabencana Gunung Tangkubanparahu, Kristianto mengatakan, berdasarkan pemantauan visual, hingga kini kondisi Gunung Tangkubanparahu masih didominasi gempa tremor.
"Berarti itu terindikasi masih terjadi erupsi yang menerus dan melalui CCTV kita bisa melihat masih ada hembusan dengan ketinggian asap 100 hingga 200 meter dari dasar kawah," ujarnya saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Tangkubanparahu, Kamis (8/8/2019).
Berdasarkan data dari Pos Pemantauan Gunung Tangkuban Parahu, saat ini terekam gempa tremor dengan amplitudo 30 hingga 50 milimeter, dominan 50 milimeter dengan rekomendasi jarak aman tetap dengan radius 1,5 kilometer.
"Berdasarkan yang kami lihat hembusan abu vukanik masih didominasi ada di sekitar kawah saja, namun karena ada arah dan kecepatan angin bisa saja kemana-mana," jelasnya.
Namun pihaknya memastikan abu vulkanik yang menyebar itu dipastikan tidak berbahaya. Begitupun dengan asap yang muncul, asalkan masyarakat tetap harus melakukan antisipasi dengan cara menggunakan masker.
"Saat ini statusnya masih waspada belum ada penurunan, karena kondisinya masih fluktuatif, sehingga rekomendasi jarak aman dari kami tetap 1,5 kilometer," tandasnya.