Selasa, 24 Juli 2018 15:09 Advertorial

Tanggal 24, Petugas Gabungan Tindak 24 Pelanggar Lalu Lintas di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Operasi Penegakan Hukum (Gakum) bersama di Jalan Cilember, Selasa (24/7/2018).
Operasi Penegakan Hukum (Gakum) bersama di Jalan Cilember, Selasa (24/7/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Upaya untuk meningkatkan kesadaran pengendara dalam berlalulintas terus digalakan Dinas Perhubungan Kota Cimahi.

Kali ini, untuk membuat efek jera para pelanggar yang tak tertib lalu lintas, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Polres Cimahi dan unsur TNI menggelar Penegakan hukum (Gakum) bersama di Jalan Cilember, Selasa (24/7/2018).

Di tanggal 24 Juli ini, tim gabungan melakukan penindakan terhadap 24 kendaraan angkutan umum dalam trayek alias angkot dan sebagainya serta angkutan umum tidak dalam trayek atau angkutan online.

Pantauan dilapangan, kendaraan angkutan umum, angkutan barang, angkutan karyawan dan angkutan sewa khusus menjadi sasaran dari operasi gabungan tersebut.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang, mengatakan operasi penegakan hukum tersebut untuk menciptakan keamanan, keselematan dan ketertiban berlalu lintas diwilayah hukum Polres Cimahi.

"Sasarannya angkutan umum dalam trayek dan angkutan umum tidak dalam trayek. Sejauh ini dari jajaran Dishub Kota Cimahi sendiri sudah melakukan penindakan berupa penilangan sebanyak 24 kendaraan," ujar Ranto Sitanggang saat ditemui disela-sela Gakum, Selasa (24/7/2018).

Untuk kendaraan yang mendapat penindakan penilangan tersebut, kata Ranto, lantaran uji KIR habis dan tidak diperpanjang, sehingga pihaknya mempertanyakan kelaikan kendaraannya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga kendaraan yang izin trayeknya sudah habis dan tidak diperpanjang oleh pemilik kendaraan, sehingga pihaknya langsung melakukan penilangan berkerjasama dengan anggota Polres Cimahi.

"Ada juga yang tidak memiliki SIM, tetapi untuk angkutan barang cukup hanya dengan surat keterangan kepengurusan angkutan barang," katanya.

Namun, kata Ranto, untuk angkutan barang khusus harus dilengkapi dengan izin muatan batang khusus, seperti kendaraan tangker yang mengangkut bahan bakar minyak.

Pihaknya menekankan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang memiliki kendaraan pribadi maupun, kendaraan umum dan pengguna kendaraan dinas agar melengkapi surat kendaraan yang lengkap.

"Karena kegiatan ini dilakukan rutin bekerjasama dengan anggota Polres Cimahi, ini dapat menciptakan kepatuhan dalam berlalulintas," kata Ranto.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Cimahi, Ipda Deden Indrajaya mengatakan, untuk kendaraan sewa khusus pihaknya hanya memberikan himbauan, tapi jika kendaraan tersebut belum mengikuti aturan yang ada pihaknya memberikan arahan.

"Untuk melakukan penindakan kita belum sampai kesana karena dalam aturan hukumnga tidak boleh. Tapi untuk angkutan lain yang melanggar aturan kita tilang," katanya.

Hal tersebut, lanjutnya, karena untuk angkutan sewa khusus dalam aturan hukum ada istilah trayek, sedangkan trayek tersebut yang mengeluarkannya Dinas Perhubungan.

Baca Lainnya