Minggu, 27 Mei 2018 13:43

Tamara Bleszynski: Saya Kagum dengan Peace Train Indonesia

Reporter : Jumadi Kusuma
Tamara Bleszynski mengapresiasi kegiatan Peace Train Indonesia angkatan ke-5 yang diselenggarakan di Wonosobo, Jawa Tengah.
Tamara Bleszynski mengapresiasi kegiatan Peace Train Indonesia angkatan ke-5 yang diselenggarakan di Wonosobo, Jawa Tengah. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- tamara bleszynski mengapresiasi kegiatan Peace Train Indonesia angkatan ke-5 yang diselenggarakan di Wonosobo, Jawa Tengah. Saat sesi diskusi dan refleksi tentang Peace Train dan Wonosobo Kota Ramah HAM, Sabtu malam (26/5/18) betempat di Masjid Al-Manshur Wonosobo, Tamara mengaku kagum dengan apa yang ia lihat selama mengikuti proses peace train di hari pertama.

Menurutnya untuk membangun suatu harmoni di tengah-tengah masyarakat harus dimulai dari membangun perdamaian antar-sesama manusia yang memiliki kepercayaan agama masing-masing.

Baca Juga : Kokam Muhammadiyah Hadang Narasi Damai Nusantara PTI

"Saya kagum dengan apa yang saya lihat hari ini. Ketika perdamaian terwujud maka dari situ juga harmoni dapat terwujud," ungkap Tamara dihadapan mantan Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif penggagas Wonosobo Kota Ramah HAM beserta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Wonosobo, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para peserta Peace Train.

Kekaguman Tamara berawal saat melihat kegiatan Peace Train Indonesia yang berkunjung ke rumah-rumah ibadah serta berdialog langsung dengan para pemuka agama. Menurutnya, dengan berkunjung dan berdialog, maka kita bisa memahami agama atau kepercayaan orang lain.

Setelah kita mampu memahami, sambungnya, maka kita akan bisa peduli. Tamara menyebutnya dengan istilah singkat 'Sharing is Caring'.

40 peserta yang terlibat dalam peace train kali ini berasal dari berbagai wilayah yang tidak hanya dari Jawa, tetapi ada juga dari Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Mereka di hari pertama mengunjungi Masjid Al-Manshur dan sekaligus live-in di pesantren Yayasan Al-Manshur, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosobo, dan Vihara Bodhi Wahana.

Selain berkunjung dan berdialog dengan tokoh-tokoh lintas-iman, pada Peace Train angkatan ke-5 ini juga para peserta diajak untuk berinteraksi langsung ke salah satu sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak tunarungu yang bernama Lembaga Pendidikan Anak Tunarungu "Dena-Upakara" di Jl. Mangli No.5 Kabupaten Wonosobo.

Bersama rombongan Peace Train, Tamara merasakan terharu saat berkunjung ke sekolah tersebut dan berada di tengah-tengah anak-anak perempuan tunarungu. Ia mengaku tersentuh saat melihat anak-anak tunarungu yang ternyata tetap bisa berprestasi dan melakukan hal-hal yang dilakukan anak-anak seusia lainya, yang bukan penyandang disabilitas.

Baginya tidak ada yang mustahil jika terus berusaha dan berlatih.

"Nothing is impossible," tegas Tamara yang masih berharap untuk bisa diberi kesempatan lagi untuk mengikuti Peace Train Indonesia ke-6 yang rencananya digelar di Malang, Jawa Timur.

Baca Lainnya