Senin, 2 Maret 2020 19:45

Taman Seharga Rp 1 Miliar Lebih di Cimahi Tampak tak Terawat

area skatepark permanen terdapat tumpukan sampah
area skatepark permanen terdapat tumpukan sampah [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Taman Kartini yang terletak di Kota Cimahi nampak tak terurus. Beberapa spot seperti area skatepark permanen terdapat tumpukan sampah.

Di area bowl ramp dan sudut area flat ground, ranting-ranting kecil dan dedaunan pohon yang memayungi skatepark berserakan. Beberapa sudutnya juga malah terdapat vandalisme. Ditambah ada sisa genangan yang menambah kesan kumuh fasilitas publik tersebut. 

Megahudi, Humas Tim Cimahi Creative (TCC), mengakui kondisi skatepark yang dikonsep oleh CCA dan dibangun pada 2019 lalu itu agak kumuh dan terkesan kurang terawat. Namun, kata dia, pihaknya saat ini sudah tidak berwenang lagi atas pengelolaan taman yang terletak di Jalan Raya Baros, Kota Cimahi itu. 

"Memang seperti itu kondisinya (tidak terawat). Harusnya dirawat sama Pemkot Cimahi. Karena bulan Januari kemari sudah ada serah terima," kata Mega saat dihubungi, Senin (2/3/2020).

Sebelumnya, Taman Kartini direvitalisasi oleh TCC menggunakan dana Corporate Social Responsbility (CSR) dari BJB hingga Rp 1,460 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk penambahan sejumlah fasilitas, seperti skatepark, lapang futsal mini, dermaga dan sebagainya.

Soal sampah, sebetulnya ia sudah mewanti-wanti pada pengguna skatepark dan pengunjung lainnya agar menjaga kebersihan di kawasan Taman Kartini, bukan hanya di area skatepark saja. 

"Tapi kalau yang daun kering, entah kenapa petugas pertamanan engga mau bersihin, jadinya setiap mau main akhirnya harus dibersihkan dulu," jelasnya. 

Seakan tak ingin disebut hanya menggunakan, ia juga meminta agar para pengguna skatepark mau berswadaya menyisihkan sedikit pundi-pundi mereka untuk melakukan perawatan ramp dan ground. 

"Sejauh ini kerusakan di ground dan bowl ramp itu biasanya kita (pemain) yang swadaya. Kemarin ada sedikit bolong di bowl ramp, langsung kita tambal pakai semen," bebernya.
 
Menurut Mega, terbengkalainya fasilitas publik di Taman Kartini juga terlihat pada venue baru yang ditambahkan saat taman tersebut direvitalisasi. "Bangku area piknik, mushola dan wc, lampu LED, plaza, kolam anak, area lansia, dermaga plus filter, lapangan basket, dan area parkir utara itu kondisinya sekarang justru jadi kumuh dan tak terawat," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, M Nur Kuswandana menegaskan, pihaknya untuk sementara ini belum menerima pengelolaan Taman Kartini. Menurutnya, alur penyerahan taman bersejarah tersebut dari TTC ke BJB selaki pemberi CSR.

"Kami kan menerima CSR-nya dari BJB sedangkan BJB mengikat kontrak dan sebagainya dengan tim creativ (TCC). Jadi bukan dari tim creative langsung ke kami tapi ke BJB dulu baru ke kami (Pemkot Cimahi)," jelasnya.

Dengan begitu, kata dia, pihaknya saat ini belum memiliki kewenangan untuk melakukan pemeliharaan terhadap Taman Kartini. Jika sudah diserahterimakan dari BJB, barulah Pemkot Cimahi berhak untuk melakukan pemeliharaan. 

Baca Lainnya