Sabtu, 8 September 2018 17:21

Tak ada Istilah Lupa untuk Uji KIR bagi Angkot di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Terminal Angkot Cimindi.
Terminal Angkot Cimindi. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Perhubungan Kota Cimahi menegaskan, semua angkutan umum termasuk angkot wajib melaksanakan pengujian kendaraan atau uji KIR secara berkala.

"Angkutan kota itu wajib melakukan uji KIR setiap 6 (enam) bulan sekali," kata Ranto Sitanggang, Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi saat dihubungi via sambungan telepon, Minggu (8/9/2018).

Baca Juga : Sempat Ditutup, Tempat Uji KIR di Kota Cimahi Kembali Dibuka

Ranto menjelaskan, tujuan angkutan umum termasuk angkot harus melakukan uji pengujian berkala untuk menciptakan keamanan dan keselamatan penumpang. Sebab, dalam uji KIR, semua kelaikan kendaraan akan diperiksa sebelum dinyatakan laik jalan.

"Jadi tidak ada istilah lupa (uji KIR), pak saya belum sempet tidak ada karena itu sudah kewajiban," tegasnya.

Baca Juga : Soal Uji KIR, Kota Cimahi 'Pede' Dapat Akreditasi B

Diakui Ranto, masih banyak pengemudi angkutan umum di cimahi yang kerap mangkir melakukan uji KIR di Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Kota Cimahi, Jalan HMS Mintaredja, Baros, Kota Cimahi.

Menurut catatan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, jumlah angkot lokal Cimahi mencapai 403 unit. Sedangkan angkutan umum perbatasan atau Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang menginduk badan hukum di Kota Cimahi ada sekitar 20% dari sekitar 2.000 unit angkutan yang melintas ke Kota Cimahi.

"AKDP juga ada yang menginduk ke badan hukum di Kota Cimahi baik PT atau koperasi. Otomatis harus uji KIR di Cimahi," ujar Ranto.

Untuk membuat jera pengemudi angkot agar melakukan uji KIR, lanjut Ranto, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan maupun Penegakan Hukum (Gakum) bersama pihak kepolisian.

"Dengan melakukan tindakan tersebut saya harapkan mereka bisa tumbuh kesadaran, khususnya operator angkutan untuk melakukan uji KIR," imbuhnya.

Baca Lainnya