Rabu, 9 Desember 2020 20:00

Tahun Lalu Cuma 8 Persen, Kini Pengangguran di Cimahi Tumbuh jadi 13 Persen

Reporter : Fery Bangkit 
Pekerja di Kota Cimahi Saat Melakukan Aksi
Pekerja di Kota Cimahi Saat Melakukan Aksi [Foto Istimewa]

Cimahi - pandemi Covid-19 membuat angka pengangguran di Kota Cimahi meningkat drastis. Kini mencapai 39.436 orang atau 13,30 persen. Sedangkan sebelumnya hanya sekitar 8,08 persen atau sekitar 23.960 orang.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, angka pengangguran di Kota Cimahi menempati urutan kedua tertinggi di Jawa Barat.

"Kalau data dari BPS seperti itu. Rencananya kita akan pendataan ulang tahun 2021," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Yanuar Taufik, Rabu (9/12/2020).

Dirinya tak menampik adanya pandemi Covid-19 ini sangat berdampak terhadap dunia kerja di Kota Cimahi. Dimana sektor industri di Kota Cimahi yang didominasi garmen dan tekstil mengalami penurunan aktivitas produksi.

Kondisi tersebut tentunya berpengaruh terhadap para pekerja, sebab pihak perusahaan terpaksa ada yang merumahkan karyawannya, hingga ada yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Di Cimahi itu kan banyaknya industri garmen sama tekstil. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir, dan harapannya mereka yang dirumahkan kembali bekerja," ujar Yanuar.

Pihaknya bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) serta lembaga terkait lainnya saat ini hanya bisa memberikan pelatihan di berbagai bidang. Tujuannya, untuk meningkatkan kompetensi pekerja asal Kota Cimahi.

Sehingga nantinya kemampuannya akan mengalami peningkatan. Harapannya, dengan kompetensi yang dimiliki, nantinya akan lebih mudah diterima bekerja.

"Lebih baik lagi dari pelatihan bisa buka usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan," ujarnya.

Kemudian tahun depan, lanjut Yanuar, pihaknya akan melakukan sosialisasi lanjutan seputar keberadaan Sistem Link and Match (Silima) yang bisa diakses melalui silima.cimahikota.go.id. Sistem tersebut dibuat untuk mengubungkan pencari kerja dengan perusahaan.

Sistem yang diluncurkan tahun lalu itu sejauh ini kurang efektif disebabkan pengembangannya terhambat seiring mewabahnya Covid-19. Di dalamnya nantinya akan memuat perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan hingga profil pencari kerjanya.

"Tahun depan kita sosialisasikan lagi supaya lebih optimal. Mudah-mudahan bisa lebih efektif supaya angka pengangguran bisa ditekan," pungkasnya.

Baca Lainnya