The Bali Simphony Senja Band saat wawancara di Warung Kopi Java Bali, Jalan Brigjen Katamso, Bandung, belum lama ini.
The Bali Simphony Senja Band saat wawancara di Warung Kopi Java Bali, Jalan Brigjen Katamso, Bandung, belum lama ini. [Istimewa]
News

Symphony Senja Band Bermusik Hingga Akhir Hayat

Limawaktu.id, Kota Bandung – Sejak lama Kota bandung dikenal sebagai gudangnya para musisi. Banyak musisi lahir dari kota berjuluk Paris Van Java ini. Mulai dari Harry Roesli hingga yang kini eksis Juicy Luicy.

Namun dari sederat nama yang masih berkiprah di Dunia Musik saat ini hanya beberapa nama saja yang masih tetap Eksis.  Salah satu grup band yang masih aktif hingga saat ini,  yang terdiri dari para musisi senior masih konsisten memilih dunia musik adalah "The Bali Symphony Senja Band “  yang beranggotakan 4 musisi lansia dan ada yang tuna netra.

“Musisi Nasional Senior, sudah lanjut usia masih berkomitmen sampai ajal nanti  akan tetap mengabdi di dunia  musik. Mereka orang orang hebat, walaupun beberapa diantaranya sedang sakit sakitan, mereka masih tetap ingin menghibur penikmat musik,” ungkap Pemilik Warung Kopi Java Bali Rismanto Tobing, belum lama ini.

Apa yang disampaikan Rismanto tersebut memang bukan hanya basa-basi, namun diakui oleh salah satu personilnya, Edi Ali. Apa yang dikatakan Rismanto  benar-benar dibuktikan meskipun keempat personilnya sudah lansua namun masih suka main musik.

“ Kami sudah aki-aki tapi tetap masih suka main musik. Kami akan terus main musik sampai akhir hayat,” kata Edi.

Menurut Edi, dengan bermusik membuat dunia ini selalu Hepi dan Sehat. Nama Band The Bali Symphony Senja Band juga merupakan grup band yang aneh karena merupakan kolaborasi antara Disabilitas dan non Disabilitas.  

 “ Saya dengan Kang Denny  Sudah 28 tahun, kita selalu berkomunikasi terus untuk sama-sama beraktivitas di musik,” kata Edi.

Sementara musisi yang lebih akrab disapa Denny Bronco, pemilik nama Denny Sudjian membenarkan jika dirinya bersama personil Symphony Senja ini,  meski sudah berambut putih akan tetap bermain musik

“ Kami sudah main musik sekitar tahun 1980 an. Alhamdulillah sekarang masih tetap eksis dan bermain musik saya anggap Untuk obat buat saya,” kata Denny.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar