Limawaktu.id, Kota Cimahi - Air merupakan sumber daya alam yang vital dan terbatas. Penggunaan air yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan, termasuk penurunan kualitas air, penurunan permukaan tanah, dan gangguan ekosistem. Oleh karena itu, pemerintah mengatur pengambilan air melalui perizinan untuk menjaga kelestarian sumber daya air.
Trekait dengan ijin pengambilan air tanah tersebut, Pemkot Cimahi mensinyalir banyak sumur-sumur yang kedalamnanya 60 meter atau 100 meter lebih yang dibuat oleh perorangan atau badan usaha yang terindikasi tidak memiliki ijin atau illegal.
“Pemkot Cimahi akan melakukan penertiban pengambilan air tanah tanpa ijin yang kedalamannya melebihi 60 meter hingga 100 meter,” terang Wali Kota Cimahi Ngatiyana, saat meresmikan Pemasangan Jaringan Pipa dan Sambungan Rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Rabu, 5 November 2025.
Saat ditanya kenapa baru sekarang akan dilakukan penertiban, Ngatiyana menyebutkan pihaknya terlebih dahulu harus melakukan pengumuplan data atas keberadaan sumur yang tidak memiliki ijin tersebut.
“Kita lakukan pendataan selama delapan bulan untuk mengetahui titik mana saja sumir yang tidak memiliki Surat Ijin Pengambilan Air tersebut,” sebutnya.
SElama delapan bulan tersebut pihaknya melakukan pendataan untuk memastikan adanya pelanggaran ijin yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
“Pelaksanaan penertibannya tidak aka nada pemberitahuan, setelah datanya A1 baru kita lakukan penertiban,” paparnya.
Wali Kota Ngatiyana menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih, merupakan prioritas pemerintah daerah.
“Air bersih adalah hak dasar dan kebutuhan vital setiap warga. Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air yang sehat dan layak konsumsi dari sumber yang terjamin,” ujarnya saat Peresmian Pemasangan Jaringan Pipa dan Sambungan Rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Rabu, 5 November 2025.
Ngatiyana mengatakan, mayoritas warga Cigugur Tengah mengandalkan sumur gali dan sumber air tanah dengan kualitas yang tidak selalu memadai. Pemasangan jaringan SPAM dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan standar higienitas dan sanitasi lingkungan.
“Saat kami cek di lapangan, air sudah mengalir lancar dan jernih. Ini langkah besar agar masyarakat mendapatkan air bersih sebagai kebutuhan dasar,” kata Ngatiyana.